[Hwang Hyunjin]

14.5K 1.1K 192
                                    

I Know it

Kau meniup ponimu lalu menatapnya dengan tatapan tajam.

Namja bersurai hitam itu kini duduk menghadapmu tanpa memutar kursinya. Ia menaruh dagunya tepat di atas sandaran kursi. Senyum namja itu begitu merekah.

Sangat manis memang, tapi kau sudah terlalu bosan dengan sikapnya yang seperti ini. Sebuah permintaan yang selalu sama sejak dua tahun belakangan ini.

"Besok kau senggangkan?" tanyanya.

"Aku sibuk." jawabmu singkat.

"Aish! Geotjimal! Ayolah, (y/n)-ah... Kau tidak sibukkan? Kau tega membiarkanku pergi sendirian..." ucapnya manja yang membuatmu menghela napas kasar.

Kau pun menutup buku yang baru kau baca beberapa halaman lalu bersandar pada sandaran kursi. Kau masih menatap namja yang kini memasang wajah yang minta dikasihani dengan tatapan malas.

"Hwang Hyunjin, kau berbohong kalau kau pergi sendiri. Siapa lagi yang mengajakmu kencan hingga aku harus ikut, hah?"

Kini namja bernama Hyunjin itu menunjukkan senyum lebar. Ia memperlihatkan deretan gigi putihnya kepadamu. Dengan melihat tingkahnya, kau kembali menghela napas kasar.

"Choi Yewon-Noona yang mengajakku. Dia bilang akan membelikan tiket nonton untukku. Kau tahukan aku tidak suka bila pergi berdua saja dengan wanita. Maka temani aku, ya?"

Kini kau menepuk dahimu keras. Dugaanmu tepat. Permintaan Hyunjin yang selalu sama adalah menemaninya kencan.

Hyunjin adalah sahabat baikmu sejak kecil. Kalian selalu bersama-sama kemanapun kalian pergi. Kalian menjadi dekat karena rumah kalian yang berdekatan. Selalu sekelas sejak masih di bangku sekolah dasar.

Kau mengetahui semua tentang Hyunjin. Kau sudah mengenalnya luar dalam. Kau sangat mengetahui baik buruk dan sifat asli seorang Hyunjin.

Kau sangat mengakui kalau Hyunjin tumbuh menjadi pria yang tampan. Dengan menunjukkan senyumnya saja semua wanita akan berteriak histeris. Semua orang akan jatuh cinta ketika melihat senyumannya.

Tidak terkecuali dirimu. Kau juga jatuh cinta padanya. Menghabiskan hari bersamanya, melihat senyumnya setiap saat, mendengar semua candaannya, hatimu pun luluh.

Sejak lama kau menyimpan perasaan padanya. Kau menyimpannya seorang diri. Karena kau tidak mau persahabatanmu rusak hanya karena perasaan egoismu.

"Hya! (Y/n)-ah! Kau melamun?"

Sontak kau mengerjapkan matamu, kaget. Karena pikiranmu itu, kau sampai lupa kalau di hadapanmu masih ada Hyunjin yang menunggu jawaban.

"Jadi kau mau menemaniku tidak?"

"Iya-iya. Aku akan menemanimu. Tapi kau harus membelikan tiket nonton untukku."

Hyunjin mengibaskan tangannya ke depan wajahmu, "Kau tidak perlu khawatir. Aku akan membelikan tiket nonton untukmu dan membelikan makan untukmu. Pokoknya kau harus ikut."

"Ne."

"Kalau begitu kita pulang, yuk. Kau sudah menyelesaikan tugasmu kan?"

"Call! Kaja!" ucapmu yang kemudian memasukkan semua buku kedalam tas.

Kalian Pun berjalan bersama keluar gerbang. Hyunjin terus merangkul pundakmu selama perjalanan. Sebenarnya itu tidak masalah bagimu, tapi tatapan sinis para gadis itu yang membuatmu melepaskan rangkulan Hyunjin.

[Stray Kids IMAGINE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang