[my boyfriend is lee minho]

2.2K 195 34
                                    

"minho, jemput aku di sekolah dong. rapatku baru selesai nih."

hari sudah gelap ketika kau dan beberapa siswa lainnya baru keluar dari unit kesehatan sekolah yang merangkap sebagai ruang khusus perkumpulan bagi murid-murid yang tergabung dalam kepalangmerahan sekolah.

sementara kaki kecilmu melangkah, kau mencoba merayu minho-kekasihmu untuk datang menjemput. karena tidak mengikuti satupun perkumpulan klub, minho sudah berleha-leha di rumahnya usai bel terakhir berbunyi. berbanding terbalik denganmu yang justru jadi lebih sibuk usai bel terakhir berbunyi.

"enggak ah, males." jawab minho di seberang telepon, menolak tanpa ragu.

"kok gitu sih? masa tega sama pacar sendiri. ini udah malem loh, min."

"resikolah, siapa suruh pulang malem terus."

"ya 'kan buat persiapan acara amal bulan depan!" kau menarik napas dalam sembari memejamkan mata begitu menyadari bahwa nada suaramu sempat naik beberapa oktaf. "lagipula emang kamu enggak takut apa pacar kamu kenapa-napa di jalan?"

"enggak tuh."

"kalo aku diculik gimana?"

"emang ada yang mau nyulik kamu? kamu 'kan bau, belum mandi seharian."

rasanya kau ingin meledak dan mengumpat dalam seribu satu bahasa pada minho. "bodo ah, dasar nyebelin! pokoknya aku ngambek sama kamu!"

panggilan kau putus sepihak. masih dengan kejengkelan yang teramat, kau masukkan ponsel ke dalam tas serampangan. langkahmu terhentak-hentak menuju pintu gerbang. kau bahkan abai pada teman-temanmu yang mendekat untuk bertanya-yang sesaat kemudian mereka semua berpamitan lebih dulu setelah melihat perubahan mood-mu yang sangat buruk.

langkahmu terhenti begitu tiba di pintu gerbang. selama beberapa saat kau hanya diam memandangi pemuda yang duduk di atas motor hitam kesayangannya. pemuda itu menoleh dan menampilkan senyum andalannya begitu menyadari kehadiranmu.

"minho?"

satu tangan minho terulur untuk sodorkan helm yang biasa kau gunakan setiap kali pergi bersamanya.

"mau ngambek apa mau naik?"

dialah lee minho.

bukan aktor terkenal yang jadi favorit ibu-ibu seluruh dunia. dia hanyalah pemuda kelahiran gimpo yang sudah genap setahun menjalin hubungan kasih denganmu.

meski tak mengikuti satu pun perkumpulan klub di sekolah, minho termasuk salah satu siswa populer. wajahnya yang tampan juga kepribadiannya yang hangat menjadi banyak incaran wanita. terlebih setelah minho menunjukkan kemampuan menarinya pada salah satu acara tahunan sekolah. loker minho tidak pernah sepi setelah hari itu. setiap harinya selalu ada makanan manis dan surat cinta yang sampai di sana.

namun diantara wanita-wanita cantik yang mengejarnya, minho hanya memilihmu sebagai sang pujaan hati.

kau tidak pernah mau pusing-pusing memikirkan kenapa minho memilihmu dibanding wanita-wanita cantik yang mengejarnya. karena setiap kali ditanya minho hanya akan menjawab bahwa dia mencintaimu dan tidak ada alasan lain untuk itu. dan minho tidak pernah bercanda setiap menjawabnya.

terdengar begitu romantis, bukan?

sayangnya, minho tidak seromantis itu. nyatanya menjadi kekasih minho benar-benar menguras kesabaran. terlebih dengan sikap pemuda itu yang sering kali membuatmu naik darah. kau bahkan beberapa kali dibuat menangis karenanya.

perlu diingat, bukan karena minho bermain di belakangmu atau karena minho suka tebar pesona dengan wanita-wanita lain, tetapi karena sikapnya.

misalnya saja saat kau mengajak minho menonton film weekend lalu.

[Stray Kids IMAGINE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang