'Aku' refer to Hyunjin's POV
'Kau' refer to you (not POV)'Dímelo' come from Spanish which means 'Tell me'
Recommendation; 'Dímelo' by K.A.R.D,
and Hyunjin's ending speech at District 9 : UNLOCK Concert Day 2
Warning : This chapter contains a lil bit of mature content at the end. Please consider this warning before you read. Thank you 💕
×××
Aku berlarian di sepanjang jalan La Rambla hanya untuk mengejarmu.
Kau ada di sana. Tubuh mungilmu terselip di antara puluhan atau mungkin ratusan orang yang siang itu meramaikan La Rambla. Sebisa mungkin kupastikan selalu melihatmu. Sebisa mungkin surai legam yang kaubiarkan terurai tak lepas dari pandanganku. Namun, entah mengapa aku tak pernah bisa sampai padamu. Secepat apapun aku berlari, tak pernah bisa aku menggapaimu.
Kau terus menjauh.
"(Y/n)!" tak sekali pun panggilanku terjawab. Sekeras apapun aku meneriaki namamu, kau seakan tak pernah mau mendengarnya. Kusadari semakin lama kau semakin menjauh. Tubuhmu semakin mengecil di pandanganku. Hingga akhirnya tak lagi kutemukan tubuh mungilmu. Tak lagi kulihat surai legammu.
Dan saat itu aku sadar bahwa aku benar-benar telah kehilanganmu.
"(Y/n)... hiks..."
Kakiku tak lagi sanggup melangkah. Tubuhku langsung meluruh ke bawah. Tangisku seketika pecah. Hatiku sudah hancur tak bersisa. Terlebih saat kalimat perpisahan yang kausampaikan kembali terngiang di telinga.
"Selamat tinggal, Hyunjin."
Aku menggeleng keras, karena tidak--aku tidak mau kehilanganmu. Sampai kapan pun aku tidak pernah mau kehilanganmu. Jadi, kumohon jangan pergi. Jangan pernah tinggalkan aku sendiri.
"(Y/n)... hiks... (Y/N)!!!"
Dalam sekejap, kusadari bahwa itu hanyalah mimpi.
Namun, mimpi itu terlalu nyata untukku. Napasku bahkan tersengal-sengal, jantungku berdetak tak karuan, dan tubuhku yang hanya berbalut kaos tipis dibasahi peluh yang seolah-olah membuktikan bahwa aku memang berlarian di sepanjang La Rambla hanya untuk mengejarmu.
"Selamat tinggal, Hyunjin." pun kalimat perpisahan yang kausampaikan masih terus terngiang di telinga seolah-olah memang kau yang mengatakannya. Dan dari semua itu, yang paling kutakutkan adalah kau yang benar-benar pergi meninggalkanku. Benar-benar hilang dari pandanganku.
Beruntungnya, begitu aku menoleh, aku masih menemukanmu yang tengah terlelap. Masih dapat kulihat tubuh mungilmu yang tergelung dalam selimut. Masih dapat kulihat surai legammu yang terurai sesekali bergerak karena terpaan pendingin ruangan yang bekerja. Masih dapat kunikmati wajahmu yang nampak begitu damai dengan mata terpejam.
Kau masih di sini--tepat di sampingku.
Air mataku jatuh begitu saja. Semakin lama aku memandangimu, semakin besar ketakutan yang aku rasakan.
Hingga detik ini, telah banyak hal yang kita bagi bersama. Telah banyak peristiwa yang kita lalui bersama. Telah banyak kisah yang kita tulis bersama. Telah banyak mimpi yang kita wujudkan bersama. Dan selama itu, selama bersamamu, aku selalu merasa bahagia.

KAMU SEDANG MEMBACA
[Stray Kids IMAGINE]
Nouvelles--It's just imagination with you-- Berisi kumpulan cerita pendek bersama member Stray Kids. Semua cerita hanyalah fiksi atau imajinasi sang penulis. Started : March 24, 2018 Dell Shin Eunhwa