--It's just imagination with you--
Berisi kumpulan cerita pendek bersama member Stray Kids. Semua cerita hanyalah fiksi atau imajinasi sang penulis.
Started : March 24, 2018
Dell
Shin Eunhwa
Senyummu melebar ketika kakak dan orangtuamu membuat pesta kecil untuk menyambut kepulanganmu. Chan mendorong kursi rodamu jauh lebih dalam dan menikmati susunan pesta sederhana itu.
Dua jam setelahnya, kursi rodamu kembali didorong sampai ke kamarmu. Kali ini bukan Chan yang bertugas mendorong kursi rodamu melainkan Chaeyeon. Saat ini Chan bertugas untuk membawa barang-barangmu dan merapikannya ke dalam lemari.
"Gomawo Eonnie-Oppa..." ucapmu begitu mereka selesai dengan tugasnya masing-masing.
Tangan Chan bergerak mengusap pucuk kepalamu dengan lembut. "Sama-sama... Istirahatlah, besok aku akan mengajakmu ke suatu tempat."
"Kemana?" Tanyamu antusias.
"Rahasia." Jawab Chan sembari mengedipkan satu matanya.
Kau mendengus pelan. Sementara Chaeyeon hanya memandangi kalian berdua dengan senyum getir di wajahnya. Dia merasa sedikit tidak yakin dengan rencana Chan. Tapi ia tidak bisa menghentikan rencana baik yang sudah disusun oleh Chan.
"Sudah, Chan. Kau juga harus pulang dan beristirahat." Ucap Chaeyeon setelah cukup lama hanya diam.
Chan pun beranjak dan pergi meninggalkan kamarmu, tentunya bersama Chaeyeon. Selepas kepergian mereka, kau hanya diam dan memainkan ponselmu. Ketika merasa bosan dengan berbagai hal yang ada di ponselmu, kau memutuskan untuk tidur. Sebelum itu, kau menaruh ponselmu ke atas nakas.
Gerakanmu terhenti begitu matamu menangkap buket bunga berukuran kecil yang berisi bunga blue salvia yang melambangkan kesembuhan dan kepedulian yang besar. Di bawah buket itu terdapat secarik kertas.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tanpa babibu, kau segera meraih dua benda asing itu. Kau memperhatikan buket bunga itu sejenak dan menghirup aroma yang begitu harum sebelum pada akhirnya membaca tulisan rapi yang tertera di kertas putih tersebut.
[Selamat kembali ke rumah (Y/n)! Aku senang kau sudah bisa melakukan rawat berjalan dan menjalani aktifitasmu seperti biasa, meski tak sepenuhnya. Aku senang kau baik-baik saja. Aku selalu berdoa akan kesehatanmu, semoga kau bisa cepat pulih.
Take care! -Hwang Hyunjin]
Senyum lebarmu kembali melebar seusai membaca surat yang ditulis langsung oleh Hyunjin. Meski hanya kata-kata yang terdengar seperti basa-basi biasa, kau tetap merasa senang karena Hyunjin setidaknya masih peduli padamu. Dan kau percaya akan hal itu.
Dia benar-benar sudah melihatmu.
×××
Kau berdecak kagum melihat pemandangan di depanmu. Kursi roda yang di dorong oleh Chan sampai di sebuah pantai berpasir putih dengan hamparan air laut biru yang terlihat sangat jernih.