Senyum tipis terulas kala pemuda itu melihat penampakan hamparan pasir putih juga lautan yang membentang.
Laut yang tenang itu memantulkan indahnya persahabatan antara sang rembulan bersama ratusan ribu bintang yang berkelap-kelip di atas sana. Suara deburan ombak yang beradu dengan batu karang seperti melodi indah di telinga pemuda yang kini melangkahkan kakinya mendekati pantai. Silir-silir angin laut yang menyambutnya perlahan demi perlahan mengikis rasa rindunya akan tempat yang dipenuhi kenangan itu.
Sebelum benar-benar tiba di pantai, langkah kaki pemuda bernama asli Yang Jeongin itu terlebih dahulu menginjak bebatuan besar dan memanjang; yang menjadi batas antara aspal jalanan dengan pasir putih khas pantai. Senyum tipis milik pemuda itu secara berangsur-angsur melebar. Mata sipitnya memperlihatkan binar kebahagiaan yang serupa dengan sinar rembulan malam itu.
Seiring dengan langkahnya yang mulai tiba di hamparan pasir putih, Jeongin terlebih dahulu melepaskan sepatu kets yang digunakannya. Dia membiarkan kulit kakinya yang lembut menyentuh pasir pantai dan meninggalkan jejak kaki disepanjang jalannya. Dia terus berjalan hingga telapak sampai pergelangan kakinya basah akibat ombak rendah di pantai tersebut.
Satu persatu kepingan puzzle yang sempat hilang kini kembali muncul ke kepalanya. Kepingan puzzle yang melayang-layang acakpun secara perlahan tersusun sesuai dengan pasangannya hingga kejadian demi kejadian kembali diingat oleh pemuda Yang itu. Kenangan indah yang selalu Jeongin rindukan kembali terputar dengan jelas.
Kenangan indah yang selalu dia bagi dengan gadis manis yang selama ini menemaninya, membantunya, mengajari caranya menjadi tulus, mengajari caranya bersyukur, mengajari arti dari setiap kehidupan. Gadis yang bisa membuat Jeongin sadar bahwa tiap tetes hujan memiliki arti tersendiri. Yang membuat Jeongin lebih menyukai detik yang berjalan lambat tatkala ia berdiri di samping gadis itu.
Yang terpenting, gadis itu adalah gadis yang mengajari Jeongin tentang kasih sayang dan cinta.
Dan Jeongin sangat merindukan gadis yang kini tenggelam dalam biru. Biru yang secara tiba-tiba menjadi tembok pembatas antara dirinya dan gadis tersebut. Biru yang entah kenapa menjadi begitu lekat dengan Lee (Y/n); gadis yang selama ini namanya selalu dilafalkan ditiap helaan napas milik Jeongin. Biru yang menjadikan (Y/n) begitu asing bagi Jeongin. Biru yang kini begitu dibenci oleh pemuda kelahiran Busan itu.
Biru,
Biru,
Biru yang begitu dingin.
Biru yang selalu membuat dada Jeongin terasa begitu sesak.
Biru yang lebih mencintai (Y/n) dari apapun.
Biru yang kini membuat Jeongin terjatuh hingga sebagian tubuhnya basah setiap kali ombak berdebur.
Biru yang kini membuat Jeongin terisak bersama kerinduan dalamnya akan sosok gadis yang menjadi cinta pertama dan cinta yang entah sampai kapan akan selalu terpatri di hatinya.
Biru yang kini mengubah kenangan indah di kepalanya menjadi kenangan suram yang sangat disesali olehnya.
.
.
Jika waktu diputar mundur beberapa tahun ke belakang, maka biru itu belum terlihat. Biru itu belum mengenal (Y/n). Biru itu belum merusak kenangan indahnya bersama (Y/n), belum menjadi tembok pembatas diantara keduanya, belum sedingin es di kutub kala musim beku tiba. Biru itu masih samar. Biru itu masih tertutup warna-warna yang jauh lebih indah dan membahagiakan.
Dua tahun yang lalu, hubungan antara Jeongin dan (Y/n) masih baik-baik saja. Persahabatan mereka sama seperti bulan yang tak pernah meninggalkan bumi. Mereka masih bersama-sama menghabiskan waktu di pantai indah itu. Bermain pasir juga ombak rendah dan sesekali berenang bersama. Menikmati tenggelamnya matahari dengan semilir angin sore adalah kegiatan yang tak pernah mereka lewatkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Stray Kids IMAGINE]
Short Story--It's just imagination with you-- Berisi kumpulan cerita pendek bersama member Stray Kids. Semua cerita hanyalah fiksi atau imajinasi sang penulis. Started : March 24, 2018 Dell Shin Eunhwa
![[Stray Kids IMAGINE]](https://img.wattpad.com/cover/142806358-64-k54869.jpg)