[The First and The Only One]

7K 560 60
                                        

Kepalamu muncul dari pintu bilik toilet untuk memastikan keadaan sekitar.

Begitu merasa cukup aman, kau menarik tasmu dan meninggalkan tempat tersebut dengan penuh rasa senang. Kau merapatkan mantelmu begitu dekat dengan pintu keluar. Suhu di luar memang sangat rendah, musim dingin tahun ini memang terasa lebih dingin dari tahun-tahun sebelumnya.

Kau menghentikan langkahmu tepat setelah mendapatkan langkah ketiga begitu keluar dari pintu tadi. Kau menelan ludah kasar dan mencari jalan lain agar kau bisa pergi dari tempat terkutuk itu. Kaupun mengubah haluanmu menuju pintu utara yang ada di sebelah kanan.

Set! Kau langsung terdiam begitu tasmu tertarik ke belakang.

"Kau mau pergi kemana?"

Untuk kesekian kalinya, kau menelan ludah kasar begitu suara namja yang sangat kau kenali menyapa telingamu. Kau membalikkan tubuhmu dan menarik ujung bibirmu dengan sedikit paksaan hingga wajahmu terlihat aneh.

"A-ah... Aku mau beli minuman hangat di sana." Ucapmu sembari menunjuk pintu tujuanmu.

"Di sana tidak ada kedai minuman hangat. Itu wilayah merchandise. Lagipula di dalam ada banyak minuman hangat 'kan? Jadi untuk apa kau keluar?"

Kau terdiam, sepertinya kau salah mencari alasan. Dan resiko dari semua itu, kau harus masuk kembali ke gedung terkutuk itu.

"Ayo masuk, semua orang sudah bermain di dalam."

Dengan penuh keterpaksaan, kau akhirnya masuk ke dalam gedung itu. Namja yang menemukanmu tidak melepaskan pegangannya. Dia terus menarikmu masuk ke dalam dan memastikan agar kau tidak berusaha kabur untuk kesekian kalinya.

Hingga akhirnya kalian tiba di pinggir lapangan ice skating. Kau melihat tujuh namja yang merupakan teman baik kekasihmu itu sudah bermain di atas lapisan es yang berukuran lumayan besar, menurutmu.

"Seungmin-ie, boleh aku pergi ke toilet?"

Kekasihmu itu menoleh, ia mengusap lembut pucuk kepalamu, "Kau sudah pergi ke toilet lebih dari tujuh kali. Ayolah (Y/n), mereka semua sudah menunggu."

Kau meringis karena gagal pergi dari tempat itu. Sejak dulu kau tidak menyukai berbagai macam permainan musim dingin, khususnya ice skating. Menurutmu, musim dingin akan lebih seru jika dinikmati di atas tempat tidur dengan selimut tebal dan cokelat panas. Bukan malah bergulat dengan udara dingin, apalagi dengan es yang bisa membuat siapa saja membeku.

"(Y/n)."

Kau tersentak begitu Seungmin memanggilmu. Kau melihat dua pasang sepatu ice skating di tangannya. Ya, kau benar-benar tidak bisa kabur kali ini.

Kau dan Seungmin duduk di kursi pinggir lapangan untuk memakai sepatu tersebut. Kau tidak berhenti meringis setiap kali melihat teman-temannya Seungmin meluncur diatas es. Meski mereka terlihat sangat bahagia dan menikmati permainannya, tapi mereka sering sekali terpeleset hingga terjatuh. Contohnya saja Jisung.

"Gwaenchana, kau tidak akan terluka disana."

Kau menatap Seungmin yang sudah selesai dengan sepatunya, "Aku tidak yakin."

"Percayalah padaku." Sesaat setelah menyelesaikan kalimatnya, Seungmin bersimpuh di hadapanmu dan membantu memasangkan sepatu ice skating yang sedari tadi kau abaikan. Meski kau sempat menolak, Seungmin tetap melaksanakan tugasnya dengan sangat baik.

Begitu selesai, Seungmin langsung berdiri dan mengulurkan tangannya padamu. Dia juga menunjukkan senyum yang begitu lebar, "Ayo kita bersenang-senang."

[Stray Kids IMAGINE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang