Your whole life can change in a second. Yoona meyakini kebenaran kalimat itu. Satu detik bisa mengubah segalanya. Terang menjadi gelap. Riang menjadi duka. Hidup menjadi mati.
Hanya butuh satu detik bagi Kakek untuk mengalami penuruan kinerja organnya. Hanya satu detik yang mengubah Kakek dari keadaan stabil menjadi kritis. Dan hanya satu detik yang dibutuhkan bagi Yoona untuk hampir kehilangan sosok yang begitu disayanginya.
Masa kritis Kakek berlangsung cukup lama, hampir setengah jam. Yoona hanya bisa bersembunyi di pelukan Papa, mencari kekuatan. Papa membisikkan kata-kata menenangkan di telinganya. Tangannya tak henti membelai lembut punggung anak gadisnya itu, sambil menuntun anggota keluarganya untuk terus berdoa.
Ketika dokter keluar dari ruang rawat Kakek dan mengabarkan bahwa masa kritis kakek telah selesai, semua mendesah lega. Yoona merosot dan terduduk lemas di kursi.
"Kak," Seohyun menyentuh bahunya lalu memeluk Yoona.
"Papa sama Mama mau bicara sama dokter dulu ya, kalian di sini."
Sisa malam itu dihabiskan Yoona dan Seohyun untuk saling berpelukan di kursi koridor. Mereka baru kembali ke kamar khusus bagi penunggu pasien ICU setelah kedua orang tua mereka kembali.
"Tadi kayaknya acara di kampus Kakak seru deh," kata Seohyun sambil membuka-buka instagram story teman-temannya. Yoona yang terbaring di sampingnya melakukan hal yang sama.
"Crowd serame ini, Chanyeol pasti capek," ujar Yoona.
"Hmm. Pantesan nggak jawab telepon."
Keduanya tampak serius menonton update instagram story sampai gerakan Yoona tiba-tiba terhenti. Salah satu update followingnya membuatnya terdiam seketika. Ia sampai harus mengulang-ulang story itu untuk memastikan.
"Dek, ini Chanyeol bukan sih?"
Yoona membawa ponselnya ke depan Seohyun. Seohyun pun mengamati apa yang ditunjukkan kakaknya dengan mata memicing.
"Lah, iya. Jelas Kak Chanyeol itu mah, orang ditag gitu!"
Yoona menghela napas panjang. Kepalanya tiba-tiba terasa pening.
Melihat respon kakaknya, Seohyun pun penasaran. "Kenapa, Kak? Eh itu tapi kok Kak Chanyeol nggak sama anak-anak Threesixty?"
"Ini dari story Joy, temen gue. Baru satu jam yang lalu."
Mata Seohyun membeliak. "Pas Kakek kritis dong? Terus kenapa dia nggak angkat telepon?"
Yoona menelan ludah dengan susah payah. Bukan masalah Chanyeol yang tidak merespon panggilannya yang ia pikirkan. Yang membuat dadanya tiba-tiba sesak adalah sosok perempuan yang duduk tidak jauh dari Chanyeol. Tanpa melihat username perempuan itu yang tertera di story Joy pun Yoona langsung bisa mengenalinya. Wendy. Her worst nightmare.
Berjuta skenario terburuk berkecamuk di benak Yoona. Ia bisa mengenali tempat Chanyeol dan teman-temannya berfoto. Dan ia mungkin tidak pernah menyentuhnya, tetapi sekali lihat saja, Yoona tahu jenis minuman apa yang ada di meja mereka. And there's Wendy, sitting there smiling widely next to Chanyeol.
Satu detik benar-benar mengubah segalanya.
***
Yoona
What if the one that got away comes back?
Gue hanya bisa termangu menatap dinding rumah sakit. Papa dan Mama pulang untuk mengambil keperluan kakek sementara Seohyun ke kantin untuk membeli sarapan, meninggalkan gue sendiri dengan kegelisahan gue.
KAMU SEDANG MEMBACA
Day by Day
FanfictionKumpulan cerita kocak, aneh, dan menggemaskan tentang keseharian Yoona dan Chanyeol. [Diadaptasi dari akun RP Chanyeol dan Yoona di instagram yang aku bikin beberapa waktu lalu. Yang belum follow, boleh difollow dulu yaa namanya @/yoonatheala dan @...
