Yoona, Chanyeol, dan Obrolan Ngalor-Ngidul

1.6K 259 77
                                        

"Jadi nggak bisa ketemu lagi?"

Desahan panjang Chanyeol terdengar. Yoona makin menekuk wajahnya.

Sudah dua minggu lebih mereka sama-sama tenggelam dalam kesibukan dan hanya bertemu seminggu sekali. Itu juga tidak lama karena Yoona sedang ada proker besar yang akan dilaksanakan akhir tahun ini, dan persiapannya sangat menyita waktu bahkan saat weekend.

Berbeda dengan Yoona, Chanyeol lebih sibuk dengan penelitiannya, meskipun kegiatan di himpunan juga sedang ampun-ampunan banyaknya. Setiap hari ia habiskan di laboratorium, lalu dilanjutkan keperluan himpunan di sore atau malam harinya. Ia bahkan sempat jatuh sakit dan membuat Yoona khawatir setengah mati karena berat badannya berkurang cukup banyak.

Ketika di awal semester mereka lebih banyak gabut, ternyata menjelang akhir semester mereka justru jadi super sibuk sampai-sampai kesulitan bertemu. Malam ini entah janjian makan malam ke berapa yang mereka batalkan.

"Kamu kelar rapat jam berapa?"

Yoona memutar otak. "Kalo kemarin-kemarin sih bisa sampe di atas jam 11. Mau ketemu juga pasti kamu capek tuh abis di lab seharian."

Astaga, kalau terus-terusan begini, bisa-bisa Yoona menangis karena saking pengennya bertemu dengan Chanyeol. Lebay, ya? Gimana lagi kalo udah bucin mah. Faktor kesibukan yang membludak juga bisa jadi alasan mengapa Yoona mudah capek dan merasa emosional belakangan.

"Besok pagi aku jemput kamu ke rumah," Chanyeol mengusulkan sebuah solusi.

Yoona menghela napas lelah. "Ya udah deh. Mau gimana lagi coba?"

"Jangan cemberut ya, jangan sedih juga," pesan Chanyeol dari seberang sana.

Diberi pengertian seperti itu, Yoona justru semakin ingin menangis. Tapi ia tahan-tahan karena itu hanya akan membuat dirinya terlihat konyol.

"Minggu depan pasti bisa normal lagi," Yoona mencoba optimis.

"Normal hahaha bahasa kamu nih kayak apaan aja. Semangat buat hari ini ya!"

"Hmm you too. Jangan lupa makan yang banyak biar naik lagi berat badannya."

"Iya iyaaa diusahain."

Selesai dengan morning call mereka, Yoona kembali menatap bayangannya sendiri di cermin dan menarik napas panjang. Satu hari lagi akan ia lewati tanpa Chanyeol.

***

Pikiran Yoona sudah tidak berada di rapat malam itu. Di saat yang lain masih berdiskusi serius, perhatiannya justru teralih pada kertas di atas nampan yang ia mainkan dengan jari-jarinya sejak tadi.

Sebenarnya Yoona sudah kehilangan mood untuk melanjutkan rapat. Sejak ada laporan bahwa semua perizinan terkait peminjaman gedung dan lainnya kacau balau, tensi rapat pun makin meninggi. Entah mengapa ada saja bagian yang salah, padahal mereka sudah merencanakan semuanya matang-matang. Bahkan burger dan kentang McD pun tidak bisa memperbaiki suasana hatinya.

Suho, yang periode ini menjadi ketua himpunan menggantikan Siwon, menyadari bahwa rapat malam ini sudah tidak kondusif. Semuanya sudah mumet dan terlalu lelah. Ia pun memilih untuk mengakhiri saja sebelum emosi mereka makin tidak stabil.

"Sampe sini aja rapatnya. Untuk perizinan besok bisa mulai lagi. Coba temuin Wakil Dekan III, biasanya beliau bisa bantu. Sekretaris tolong dibantu, ya." Suho menoleh ke arah Yoona dan Irene yang dibalas anggukan pelan mereka.

"Gue tau lo semua udah capek. Mending sekarang kita balik, istirahat, tenangin pikiran. Tinggalin materi rapat di sini, jangan kebawa tidur. Gue harap besok kita bisa fresh lagi, semangat lagi."

Day by DayCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang