Orang pertama yang Yoona temui di parkiran basement setelah memarkirkan mobilnya pagi ini adalah Jiyu, teman kantornya. Perempuan yang hanya dua tahun lebih tua darinya itu sedikit mengerutkan kening dengan heran.
"Tumben sendirian. Pacar ke mana?"
"Masih tidur," jawab Yoona sambil lalu.
Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Yoona berangkat ke kantor sendirian. Akhir-akhir ini Chanyeol memang sedang sibuk mempersiapkan album baru untuk Threesixty. Cowok itu biasanya akan sibuk di waktu malam, begadang sampai pagi dan tidur hingga lewat tengah hari. Yoona tidak mungkin meminta Chanyeol untuk mengantarkannya pergi bekerja di pagi hari.
Biasanya, setelah makan siang, Yoona baru menelepon Chanyeol untuk memastikan cowok itu sudah bangun dan makan. Hari ini, suara yang menyambutnya terdengar masih mengantuk.
"Baru bangun?" tanya Yoona yang hanya dijawab dengan gumaman malas. Sudah pasti Chanyeol masih di atas tempat tidur dan sedang mencuri-curi waktu untuk tidur lebih lama.
"Telepon kamu bikin aku bangun," suara Chanyeol terdengar teredam sesuatu.
"Aku kirimin makan siang, ya? Lagi pengen apa?"
"Boleh deh. Tapi jangan sayur-sayur dong. Emang aku kambing?"
Yoona terkekeh mendengar protes Chanyeol. Ia terdengar persis seperti anak kecil yang ngambek karena disuruh menghabiskan sayuran.
"Kamu kan lagi berantakan banget tidurnya. Biar seimbang ya makanannya harus bergizi," kata Yoona mencoba memberi pengertian.
"Hmm, kata orang yang tengah malem hobi makan cheese burger," sindir Chanyeol. Yoona langsung tertawa.
"Tunggu aja makanannya, dijamin enak."
Chanyeol masih terdengar sedikit ngedumel dari seberang sana. Yoona hanya menggelengkan kepala.
Begitulah mereka akhir-akhir ini. Hanya mengobrol lewat telepon atau bertemu singkat selepas Yoona pulang kerja. Mereka jarang memiliki quality time bersama.
Kadang, Yoona merasa dunianya dengan dunia Chanyeol begitu berbeda. Dulu perbedaan ini tidak terasa ketika mereka masih sama-sama anak kuliahan. Sekarang, perbedaan itu terpampang jelas di depan mata.
Dunia Chanyeol sangat gemerlap. Ia juga lebih sering bekerja di malam hari, bahkan sampai pagi, juga akhir pekan. Entah itu rekaman, manggung, tapping acara tertentu, atau sekadar jamming session dengan teman-teman sesama musisi. Sementara dunia Yoona jauh dari itu. Ia bekerja 9 to 5 selama lima hari dalam seminggu. Hampir tidak ada kegiatan di luar itu. Di saat Chanyeol tertidur di pagi hari karena kelelahan, Yoona memulai harinya untuk bekerja. Di saat Yoona memiliki waktu sepanjang akhir pekan untuk beristirahat, giliran Chanyeol yang harus bekerja.
Kadang Yoona merindukan masa-masa perkuliahan mereka. Tetapi ia tahu tidak ada gunanya meratapi itu sekarang. Lagipula, ia dan Chanyeol tetap berusaha menyempatkan waktu di tengah kesibukan itu meski tidak bisa terlalu lama.
Rasa rindu itulah yang akhirnya mendorong Yoona untuk mampir ke studio Threesixty sepulang kantor. Mereka sedang latihan untuk manggung Sabtu nanti.
"Ya ampun, aku sampe lupa muka pacar aku kayak gimana," ujar Yoona begitu menemukan Chanyeol di sofa. Ia langsung mendekat dan memeluk Chanyeol erat, mengabaikan Sehun, Kai, dan Baekhyun yang juga ada di sana.
Chanyeol terkekeh. Perlahan ia melepaskan lingkaran lengan Yoona di lehernya. "Kangen, ya?"
"Menurut kamu?" Bibir Yoona mengerucut lucu, membuat Chanyeol gemas dan tidak tahan untuk mengusap puncak kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Day by Day
FanfictionKumpulan cerita kocak, aneh, dan menggemaskan tentang keseharian Yoona dan Chanyeol. [Diadaptasi dari akun RP Chanyeol dan Yoona di instagram yang aku bikin beberapa waktu lalu. Yang belum follow, boleh difollow dulu yaa namanya @/yoonatheala dan @...
