Waktu berlalu begitu cepat. Satu persatu teman-teman Yoona dan Chanyeol akhirnya melaksanakan sidang skripsi. Krystal, lalu Irene dan Suho yang mungkin memang jodoh sampai-sampai sidang pun di hari yang bersamaan, Baekhyun yang cukup mengejutkan karena ternyata dia bisa juga ngerjain skripsi, Dio, Chen, dan hari ini, akhirnya giliran Chanyeol, Kai, dan Sehun. Mereka bertiga juga melaksanakan sidang di hari yang sama meskipun di jam yang berbeda.
"Derita lo bertiga, nyet, sidang terakhir jadi banner udah lecek gini." Baekhyun si panitia foto sudah siap dengan banner kebanggaannya itu. Mereka sedang berkumpul di depan ruang sidang Chanyeol.
Yoona sendiri menunggu dengan was-was. Ia tahu Chanyeol akan dengan mudah menjawab pertanyaan-peryanyaan yang dilayangkan padanya, tetapi tetap saja rasanya ikut deg-degan. Bahkan Mama Chanyeol yang beberapa menit lalu meneleponnya juga cemas menanti kabar dari putranya.
Untungnya, tidak lama kemudian, Chanyeol keluar ruang sidang dengan wajah sumringah. Yoona mengembuskan napas lega. Terlebih ketika dilihatnya Chanyeol menyalami para dosen pembimbing dan penguji dan dibalas ucapan selamat dari mereka.
"Widiiiih udah S.T lo?!" Baekhyun memukul punggung Chanyeol keras. Chanyeol pun tertawa.
Mengabaikan teman-temannya yang sedang mengadakan selebrasi, Chanyeol justru mengambil langkah lebar-lebar untuk menghampiri Yoona yang memang sengaja berdiri sedikit lebih jauh. Menyunggingkan senyum, Chanyeol langsung menarik Yoona ke dalam pelukannya. Sikapnya itu tentu langsung mendapat sorakan dari semua orang yang ada di sana.
"Ini masih di kampus woy!"
"Bucinnya tahan dulu kek!"
Tetapi Chanyeol mana peduli. Ia hanya ingin memeluk Yoona sekarang, menyalurkan perasaan lega luar biasa. Seperti ada beban berat yang terangkat baik dari pundak maupun dadanya.
"Aku udah S.T, Na" bisiknya pada Yoona sebelum ia melepaskan gadis itu.
Yoona sedikit mendongak. Matanya sedikit berkaca-kaca kala ia menatap Chanyeol. "Selamat, Sayang."
Keduanya tidak diberikan kesempatan untuk bermesra-mesraan lebih lama karena Kai dan Sehun lebih dulu menarik Chanyeol dari sisi Yoona. Anak-anak Sipil lain berbondong-bondong menyeret Chanyeol ke pinggir untuk menyelamatinya dengan cara super anarkis. Ada yang mengacak-acak rambutnya, menoyor kepalanya, bahkan memukul-mukul tubuhnya. Dari jauh, Yoona hanya menggelengkan kepala melihat pemandangan itu.
Tidak hanya teman-teman seangkatan yang menyelamati Chanyeol, adik-adik tingkatnya pun berdatangan hanya untuk mengucapkan selamat. Yoona bisa melihat Yeri di antara rombongan itu, membawa sebuket bunga untuk diberikannya pada Chanyeol.
"Selamat, Kak Chanyeol. Ini dari anak-anak PJR kelas Kakak," Yeri mengulurkan bunga itu.
"Thanks yak," jawab Chanyeol dengan senyum ramahnya.
Sepeninggal Yeri, Chanyeol melirik ke arah Yoona yang hanya dibalas gadis itu dengan memutar kedua matanya. Chanyeol terkekeh. Dalam hati ia mengucap syukur karena Yeri sudah bukan menjadi masalah di antara mereka berdua.
"Caplang! Foto dulu buruan, setengah jam lagi gue sidang!" Sehun berseru, menghentikan interaksi singkat Chanyeol dan Yoona.
Masih dengan banner kebanggaan Baekhyun, anak-anak Kebun Binatang pun berfoto bersama. Meskipun mereka masih berpikir ide ini konyol, toh mereka tetap melaksanakannya. Karena dari dalam hati mereka yang terdalam, mereka tahu hal-hal seperti ini akan lebin sulit dilakukan nanti.
***
"Temenin sarapan, yuk. Tadi aku cuma sempet makan roti."
Yoona yang sedang membantu memasukkan barang-barang Chanyeol ke dalam mobil menatapnya heran. "Gak nunggu Sehun sama Kai?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Day by Day
FanfictionKumpulan cerita kocak, aneh, dan menggemaskan tentang keseharian Yoona dan Chanyeol. [Diadaptasi dari akun RP Chanyeol dan Yoona di instagram yang aku bikin beberapa waktu lalu. Yang belum follow, boleh difollow dulu yaa namanya @/yoonatheala dan @...
