"Loh Yoona bukannya ke Jogja?"
Ketika berniat menemui Yoona di kampus karena pacarnya itu sulit banget dihubungi selama dua hari ini, Chanyeol mendapatkan jawaban yang tidak pernah ia duga dari Suho, teman seangkatan Yoona. Yoona ke Jogja? Kapan? Ngapain? Kenapa gak bilang?
Kening Chanyeol berkerut dalam. "Serius?"
Suho kini menatap Chanyeol bingung. "Iya, dia bilang ada project baru sama Kak Fany. Kirain lo tau, Chan."
Chanyeol tidak tahu bagaimana ia harus bereaksi. Jadi yang ia lakukan hanya menepuk bahu Suho sekilas sambil berucap, "Oke, thanks ya."
Sesampainya di mobil, Chanyeol langsung mengambil ponsel di jok sebelah dan menelepon Yoona saat itu juga. Panggilan pertama tidak diangkat, begitu pula panggilan berikutnya. Chanyeol baru akan mengakhiri panggilan kelimanya ketika akhirnya ia mendengar suara Yoona.
"H-halo?"
Kenapa kamu gugup gitu, Na? Chanyeol mengatupkan rahangnya rapat-rapat. Tangannya memegang roda kemudi erat.
"Kamu di mana?"
"Hah? Oh... Aku lagi sama Seohyun nih."
Mata Chanyeol memicing tajam. "Yoona Theala. Kamu di mana?"
Tidak ada sahutan dari Yoona. Keduanya terdiam cukup lama. Chanyeol masih menunggu dengan dada yang bergemuruh. Ia sekuat tenaga menahan diri untuk tidak melampiaskan semua emosinya sekarang.
"Aku.... aku ada kerjaan," akhirnya Yoona menjawab lirih, lalu diikuti kalimat yang diucapkan lebih pelan, "di Jogja."
Chanyeol menarik napas panjang. Ia memejamkan mata, lalu membanting kepalanya ke sandaran jok. "Kenapa gak bilang?"
Yoona sepertinya tidak bisa menjawab dan Chanyeol kurang lebih tahu kenapa. Selama hampir dua minggu ini, intensitas komunikasi mereka entah mengapa sangat berkurang. Selain karena keduanya sama-sama sibuk menjelang akhir semester begini, Chanyeol merasa menghabiskan waktu bersama Yoona sedang tidak menjadi prioritasnya sekarang. Bahkan ia sedang ingin benar-benar menenggelamkan dirinya pada kesibukannya baik di kampus maupun di Threesixty. Tiga tahun bersama, Yoona langsung bisa membaca situasi sehingga ia pun memberikan space untuk Chanyeol tanpa bertanya.
Fase bosan adalah fase yang normal terjadi dalam sebuah hubungan. Ada kalanya Yoona dan Chanyeol ingin menikmati waktu untuk diri mereka sendiri tanpa terlalu melibatkan satu sama lain. Belajar dari pengalaman, mereka memutuskan untuk saling memberi space jika salah satu mulai merasa demikian. Dan kali ini, Chanyeol yang merasa ia harus sedikit menjauh dari Yoona.
Tapi pergi ke luar kota tanpa pamitan jelas tidak termasuk dalam perjanjian.
"Kenapa gak bilang?" Chanyeol bertanya lagi. Suaranya kini melembut. Ia bisa membayangkan Yoona sedang menggigit bibir bawahnya karrna terlalu bingung sekaligus takut untuk menjelaskan.
"Kamu kan lagi sibuk. Lagian aku cuma tiga hari kok, lusa udah pulang."
Lagi-lagi Chanyeol menghela napas panjang. Ia tiba-tiba merasa lelah.
"Pulang naik apa?"
"Mmm kayaknya kemarin Minho pesen tiket kereta deh."
Satu nama itu berhasil membekukan Chanyeol. Ia menegakkan duduknya. "Kamu ke Jogja sama Minho?"
"Eh..." Yoona mendadak diam, sepertinya menyadari kalo ia baru saja mengatakan apa yang seharusnya tidak dia katakan. "I-iya nih, sama timnya Minho. Kak Fany sendiri yang milih bareng mereka."
Semuanya jadi masuk akal untuk Chanyeol. Ia kini tahu alasan utama kenapa Yoona tidak mengatakan apa-apa soal project di Jogja ini. Si bangsat Minho adalah salah satu cowok tidak tahu diri yang terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada Yoona selain si anjing Jongsuk waktu itu dan Yoona tahu betapa sensinya Chanyeol jika Yoona menyebut-nyebut nama Minho.
KAMU SEDANG MEMBACA
Day by Day
FanficKumpulan cerita kocak, aneh, dan menggemaskan tentang keseharian Yoona dan Chanyeol. [Diadaptasi dari akun RP Chanyeol dan Yoona di instagram yang aku bikin beberapa waktu lalu. Yang belum follow, boleh difollow dulu yaa namanya @/yoonatheala dan @...
