Sebagai pelajar tanpa status; alias bukan pelajar SMA tapi juga belum resmi jadi mahasiswa, Yoona jadi punya banyak waktu luang. Ia bersyukur ia lebih beruntung dari teman-temannya yang masih harus belajar untuk SBMPTN nanti. Alhasil, siangnya ia gunakan untuk membaca novel atau bermain game di laptop dan malamnya ia gunakan untuk binge-watching serial TV.
Malam ini ia sudah menyiapkan satu folder berisi drama Korea berjudul Another Miss Oh dari episode awal sampai akhir. Ditemani beberapa camilan, Yoona sudah siap begadang sampai pagi seperti malam-malam sebelumnya.
Mama dan Papa yang melihat rutinitas Yoona itu hanya menggelengkan kepala. "Ngapain kek, Kak, yang lebih bermanfaat gitu. Masa tiap hari nonton terus?"
Yoona mengibaskan tangan, tidak akan memberikan kesempatan Mama untuk mengoceh lebih panjang. "Reward Ma, kan Yoona udah belajar terus kemarin-kemarin."
"Chanyeol emang nggak minta diajarin bahasa Inggris lagi?"
Mendengar nama itu, Yoona jadi teringat pada temannya yang hari ini belum menghubunginya. Tumben, padahal hampir setiap hari Chanyeol merecokinya untuk mengajari bahasa Inggris.
"Istirahat juga kali. Kasian dia tiap hari belajar," Yoona menjawab.
Baru saja dibicarakan, nama itu tiba-tiba berkedip-kedip di layar ponsel Yoona. Yoona yang hendak menancapkan flashdisk di TV pun mengurungkan niatnya.
"Oy!" sapanya pada Chanyeol.
"Di rumah nggak lo?" tanya Chanyeol.
"Iya. Kenapa?"
"Ikut gue basket yuk sama anak-anak!"
Kening Yoona otomatis berkerut. Ia melirik jam dinding di ruang tengah yang sudah menunjukkan hampir pukul 8 malam. "Lo basket jam segini?"
"Kan biar nggak panas. Yuk! Baekhyun nanyain lo nih katanya kangen!"
Dari jauh terdengar samar-samar Baekhyun melayangkan protes. Yoona terkekeh. "Males ah, udah malem. Gue mau nonton drama tauk!"
Chanyeol berdecak. "Alah, kegiatan lo itu-itu aja perasaan. Ayo lah kali-kali ikutan! Gue jemput ya, 10 menit lagi gue nyampe!"
Dan begitu saja, panggilan ditutup sepihak. Yoona melemparkan sumpah serapah yang tentu saja tidak bisa didengar Chanyeol.
Tadinya Yoona hanya menganggap kata-kata Chanyeol ancaman belaka. Ia bahkan sudah kembali berbaring di depan TV untuk menonton. Tapi, ketika terdengar suara klakson mobil dari depan rumahnya, Yoona langsung kelabakan.
Ia berlari ke depan rumah untuk sekadar memastikan. Ternyata benar, mobil Chanyeol sudah berhenti di depan rumahnya. Pengendaranya menurunkan kaca mobil dan nyengir lebar ke arahnya.
Yoona berdecak. Tapi tak ayal ia pun kembali ke dalam untuk mengambil hoodie yang tergantung di balik pintu dan mengganti celana tidurnya dengan jeans. Ia baru akan berpamitan pada Papa dan Mama tapi ternyata Chanyeol sudah melakukannya lebih dulu.
"Om tuh khawatir pantat Yoona tumbuh akar di sofa saking betahnya dia duduk di sana."
Yoona mendengus. Ia langsung menghentikan ocehan Papa dengan menyalaminya dan Mama bergantian. "Yoona pergi dulu ya Pa, Ma."
"Karena besok kalian nggak sekolah, boleh deh sampe jam 12. Tapi jangan sampe lewat dari itu."
Chanyeol nyengir semakin lebar. Papa Yoona tampaknya sedang bermurah hati malam ini.
"Kenapa sih pake ngajak gue segala?" tanya Yoona masih dengan wajah ditekuk ketika mereka berjalan beriringan menuju mobil Chanyeol. Ia masih kesal jadwal menonton dramanya jadi terganggu gara-gara Chanyeol.
KAMU SEDANG MEMBACA
Day by Day
FanfictionKumpulan cerita kocak, aneh, dan menggemaskan tentang keseharian Yoona dan Chanyeol. [Diadaptasi dari akun RP Chanyeol dan Yoona di instagram yang aku bikin beberapa waktu lalu. Yang belum follow, boleh difollow dulu yaa namanya @/yoonatheala dan @...
