Kita adalah nelangsa yang berbahagia
Tak ada kata yang mampu menggambarkan sebuah nelangsa kebahagiaan
Memberi bahagia, menerima kebahagiaan, namun kau nelangsa yang tenggelam sinar purnama
Setiap malam, kau berada di depan gawai
Menunggu sebuah kabar
Dari seseorang yang berjalan pulang
Tak ada kata, tak ada kabar, kau gelisah; walau kau bukan tempatnya pulang
Terkadang jemarimu ingin mengetik sebuah kata
Namun, gengsi harga diri tak membuahkan hal rakta
Dirimu yanh terlalu mencinta
Atau memang dirinya yang sudah terlalu jauh kau gapai
Nelangsa yang bahagia
Suatu kalimat yang menggambarkannya
Berdiri di atas bukit
Meratapi nasib
Dengan menyalahkan orang lain
Tak ada kabar
Tak ada pesan
Seperti rasanya ingin membanting gawai
Namun sebuah harapan muncul ke daratan; dan kau menunggu hingga petang
Nelangsa yang bahagia
Menggambarkan kebahagiaan walau kau merasa tak mempunyai teman
Walau kau merasa dunia tak adil untuk kau singgahi
Namun, kau bahagia melihat orang lain tertawa dan bercengkrama dengan sesama
Nelangsa yang berbahagia
Bukan kesepian yang di datangkan oleh elegi
Namun, rasa kesepian yang mendatangkan kebahagiaan
Bukan untuknya; namun untuk orang lain
Kau, bersyukurlah nelangsa yang bahagia tidak terlalu buruk juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Whelve
PoesíaTulisan-tulisan klise yang datang pada saat yang tidak tepat, dan terlintas begitu saja. Ungkapan hati yang sudah hitam, gelap dan tak ingin seorang pun tahu apa yang ia rasakan, kecuali dari tulisan diam-diam. 𝐾𝑎𝑚𝑢 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑑𝑎...
