Nona muda,
Rahasia terbesarmu ada pada purnama
Kau bercerita padanya seakan ialah tempatmu untuk pulang
Bersenda gurau, merangkai kisah yang hanya pantas untuk dikenangNona muda,
Tidakkah kau merasa bersalah? Berbohong dengan orang tua
Tidakkah kau merasa bersalah?
Membuat temanmu menangis dengan derasNona muda,
Kau yang menentukan jalan hidupmu
Kau memilih keputusan yang tak salah dan tak juga tepat untuk orang lain
Kau membuat keputusan besar dengan ijin papa
Tanpa memikirkan perasaan mamaNona muda,
Kau memang bukan muslim yang taat
Kau juga memang tak tau arah
Labil; sepertinya halnya remaja
Ketika dirimu menginjak dewasa
Kau berubah menjadi seorang yang punya pendirian tegasNona muda,
Jangan mengadu pada orang yang tak dapat kau percaya
Bahwa setiap jalan sudah di tunjukan oleh Tuhan
Yakinlah bahwa pilihanmu ini benar
Jangan mengelak jika kau tertimpa masalah besarNona muda,
Aku menyayangimu layaknya seorang adik kepada kakak
Panutan dalam jiwa
Namun, tetap pilihan tak dapat di terka
Kudoakan bahwa kau bahagia walau sekarang kita berbedaNona muda,
Tak ada yang menyalahkanmu di dunia
Jika kau berpindah agama
Itu adalah sebuah pilihan menjelang dewasa
Kuharap kau bahagia
Dengannya sang pujangga

KAMU SEDANG MEMBACA
Whelve
PoesíaTulisan-tulisan klise yang datang pada saat yang tidak tepat, dan terlintas begitu saja. Ungkapan hati yang sudah hitam, gelap dan tak ingin seorang pun tahu apa yang ia rasakan, kecuali dari tulisan diam-diam. 𝐾𝑎𝑚𝑢 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑑𝑎...