🎐MAGENTA | 28🎐

50.7K 3K 45
                                        

Now Playing

Anne Marie-Perfect to Me

Magika menghela napasnya lega ketika ia berhasil ke luar dari rumah dengan mulus tanpa diketahui oleh papanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Magika menghela napasnya lega ketika ia berhasil ke luar dari rumah dengan mulus tanpa diketahui oleh papanya. Papanya berhasil disandera didalam kamar, siapa lagi pelakunya kalau bukan mamanya.

Magika bersyukur memiliki mamanya yang setia setiap saat kaya slogannya rexona dalam mendukungnya berhubungan dengan Magenta.

Gadis itu malam ini berpakaian cukup santai, ripped jeans nya ia padukan dengan sweater berwarna ungu. Untuk rambut, ia membiarkan saja rambut panjangnya itu terurai indah. Wajahnya juga dirias seadanya. Magika memang tidak pernah berpenampilan berlebihan.

Gadis itu tersenyum ketika menatap Magenta, cowok itu tengah duduk di atas motor matic putihnya sambil memainkan ponselnya dalam keadaan landscape. Ya apalagi yang dilakukannya selain main game?

Setelah menutup pintu pagar secara perlahan, Magika mendekat ke arah cowok yang hari ini memakai hoodie biru tua yang dipadukan dengan celana hitam.

"Enam empat puluh lima. Bagus, lo gak ngaret lagi seperti yang waktu itu," ucap Magenta, cowok itu lantas memasukan ponselnya ke dalam saku celananya.

"Helm lo mana?" tanya Magenta ketika melihat Magika berdiri di sebelahnya dengan tangan hampa.

Magika menepuk jidat nya, bagaimana mungkin ia bisa melupakan benda itu. Berniat mau masuk ke rumah kembali namun ia ragu. Bisa saja kan papanya kini sudah bebas berkeliaran di dalam rumah lagi?

"Gue lupa Gen, mau masuk ke dalem buat ambil kelihatannya gak bisa."

"Yaudah naik buruan."

"Eh, nanti kalau ditilang gimana?"

"Polisi lalu lintas jam kerjanya itu udah habis jam segini."

Magika mengangguk, ada benarnya juga ucapan Magenta. Gadis itu kemudian naik ke motor matic putih itu, rambutnya ia ikat kini karena ia tidak siap juga rambutnya harus kusut akibat terkena angin.

Magenta melakukan motornya dengan kecepatan standar. Ia sengaja melewati jalan tikus untuk sampai di tujuannya karena ia jelas tidak mau kalau sampai ditilang gara-gara membawa Magika yang gak pakai helm.

"Gue punya satu pertanyaan deh, kenapa motor lo harus matic? Kenapa gak motor ninja kaya punyanya Tejo?"

Pertanyaan itu sudah bersarang di kepala Magika sejak lama. Dari berbagai judul cerita di wattpad yang pernah ia baca, cowok ganteng dan primadona sekolah selalu saja kendaraannya kalau gak motor sport ya mobil mewah.

Nah Magenta ini kan ganteng, keren, salah satu most wanted nya SMA Andalas, tapi kendaraan dia cuma sebatas motor matic atau paling banter kadang ia pakai sedan hitam keluaran lawas. Bukannya apa-apa tapi Magika rasa cowok itu akan kelihatan jauh lebih kece kalau kendaraanya juga kece. Persis yang digambarkan di novel fiksi.

MAGENTATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang