#1 FiksiRemaja 16 Agustus 2019
Magenta Ardhiyasa. Pentolan Band The Rythm dengan suara dan tampang yang sama-sama mempesona. Siapa yang tidak mengenalnya? Seisi SMA Andalas mengenalnya, bahkan banyak yang menjadikannya sebagai ikon Pacar idaman.
Dib...
Magika hampir gila rasanya ketika mendengar kabar bahwa mata pelajaran seni akan mengadakan tes bermain gitar sebagai tugas di pertengahan semester ini.
Cewek yang hari ini mengikat rambut panjangnya itu menyedot es teh di dalam gelasnya sampai habis tak bersisa. Dia berpikir keras bagaimana caranya dia bisa menguasai alat musik gitar itu dalam waktu hanya seminggu.
Magika menggebrak meja pelan, dia frustasi. Jelas dia tidak bisa menguasai sesuatu dalam waktu se singkat itu, apalagi dia tidak punya bakat musik sama sekali. Dia kesal sekali dengan gurunya itu, mentang-mentang guru, seenaknya saja jika memberi tugas. Seharusnya gurunya itu memberikan tugas seperti ini sejak jauh-jauh hari, bukannya dadakan seperti tahu bulat begini.
"Menurut lo, mungkin gak sih belajar otodidak lewat youtube bakal berhasil dalam waktu seminggu?" suara Magika memecah keheningan yang menyelimuti meja yang hanya ditempati olehnya, Olla dan juga Dani.
Dani terlihat mengunyah nasi yang ada di mulutnya lalu menelannya sebelum ia menjawab pertanyaan Magika barusan. "Mungkin bisa, tapi impossible kalau bakalan bagus hasilnya."
Magika menyenderkan punggungnya di kursi, dia menghela napas berat. Dia terus-terusan memutar otak, mencoba mengingat siapakah orang yang bisa dia minta pertolongan untuk mengajarinya bermain gitar.
"Kenapa gak minta tolong Magenta aja? Setau gue dia bisa main gitar sih Gi," cetus Olla.
Lagi-lagi Magika menghela napas berat, belum ada sahabat-sahabatnya yang tahu mengenai permasalahannya dengan Magenta. Mengenai dirinya yang memilih untuk menyerah pada keadaan. Mengenai hubungan mereka yang sudah tidak sebaik dulu.
"Please ya mulai sekarang jangan lagi ngomongin tentang dia di depan gue, males tau gak dengernya," jawab Magika dengan wajah kesalnya.
Dahi Olla mengkerut, dia tentu tidak mengerti kenapa Magika yang biasanya mengagung-agungkan cowok itu menjadi mendadak kehilangan selera seperti ini.
"Kenapa ? Lo ada masalah emang sama dia?" tanya Olla penasaran.
"Magenta melakukan kesalahan besar, dan bagus aja kemarin dia gak sampe gue habisin," sahut Dani dengan sorot mata penuh dendam. Bagaimanapun dia masih tidak rela Magenta melakukan hal se-menyakitkan itu pada Magika.
BEBERAPA BAB TELAH DIHAPUS UNTUK KEPENTINGAN PROSES PENERBITAN, BUAT YANG MAU BACA LEBIH LENGKAP BISA IIKUTAN PRE ORDERNYA TANGGAL 24 SEPTEMBER, ATAU BELI NOVELNYA. TERIMAKASIH SUDAH MAU MEMBACA CERITA INI❤
🎐🎐🎐
Komentarnya untuk bab ini??
Cuma mau ngasih tahu, kalau bab depan bakalan cukup panjang dan mempertemukan Genta Gika lagi. Silahkan sabar menunggu :)
Ah iya cuma mau ngasih tau bahwa aku ngadain Grup Chat lagi, kali ini cabang IG. Di GC ini kalian bisa ketemu dan berinteraksi langsung dengan para Roleplay, ada Magenta, Magika, Tejo dan Laras.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.