"Siapa yang ngatain? Siapa? Biar gue capit mulutnya pake tang," cerocos Mingyu dengan mulut penuh mi.
"Bener ya dicapit pake tang?" tantang Minkyung.
Mingyu angguk-angguk. "Hooh."
"Elu yang ngatain gue gendut. Lupa?" kata Minkyung bikin Mingyu muntahin semua mi-nya kedalam mangkok.
"Hah kapan?" dengan wajah melongonya Mingyu nanya.
"Waktu minggu lalu, pas Ayah pulang kerja bawa martabak," kata Minkyung ngingetin peristiwa minggu lalu.
Di mana Ayah mereka pulang bawa martabak manis sama asin, terus pas Minkyung makan masing-masing martabak manis dan asin itu malah dikatain 'Dasar gendut, satu gak cukup ya?'
"Yaampun itumah cuma buma becanda sayangkuuuu."
"Becanda tapi yang ketawa lo doang mah bukan becanda namanya."
"Yaudah maaf," kata Mingyu mohon ampun.
"Kalau kata maaf bisa nyelesain masalah, penjara kosong, hakim sama pengacara nganggur tahu," kata Minkyung jual mahal.
"To the point aja, lo mau apa biar lu maafin gue?" tanya Mingyu karena udah tahu arah pembicaraan Minkyung kemana.