Raffi mana sih?
Pertanyaan itu sudah lebih 10 kali dilontarkan seorang gadis cantik yang duduk di bangku taman rumahnya, kira-kira dari 45 menit lalu. Sambil memengang handphone-nya gadis itu terus melihat ke atas langit, seolah mencari sesuatu di gumpalan awan putih.
Drtttt.. drtttt
|Raffi Nyebelin Is Calling You|
Mata Bunga melebar senang ia segera mengangkat panggilan itu.
'Hallo, emmm.. Bung gimana kabar lu? Dah baikan?'
"Alhamdulillah udah, kenapa lo nelpon?"
'Bisa kagak lu datang ke halte depan gang komplek lu yang waktu itu?'
"Buat apa?"
'Ada yang penting, kalau lu kagak bisa lain kali aja.'
"Gue bisa kok, otw nih kesana."
'Iya, gue juga otw.' Raffi mengakhiri panggilan itu.
Bunga berjalan keluar pagar, sebenarnya dia agak bingung dengan prilaku Raffi yang kagak kayak biasanya. Tapi coba ditepisnya pemikiran itu sampai ia di halte tempat dia bertemu seekor kucing yang sekarang diberi nama Sasu. Kucing itu masih ada bersamanya, karena Bunga yang memohon pada Khalita untuk merawatnya, dengan satu syarat bahwa kucing itu harus tetap dalam kandangnya.
Beberapa menit ia menunggu suara deru motor sport Raffi menyadarkannya dari lamunannya. Tanpa banyak bicara Raffi langsung duduk di sebelah Bunga.
"Nih." Ucapnya sambil memberikan sebuah buku. Yang kira-kira berhalaman 400 lebih.
"Makasih gue udah selesai baca."
Bunga mengangguk dia membuka halaman pertama buku itu, dan dia menemukan mawar merah yang menurutnya abstrak, lagi-lagi ia tersenyum.
"Bung.." panggil Raffi.
"Hmmm." Balas Bunga berguman.
"Gue bakal pindah ke Jogja." Ucapnya, Bunga langsung menoleh untuk menatap iris hitam malam milik Raffi.
Jelas dia tidak bercanda.
"Kenapa?" Balas Bunga agak lirih.
"Gue dipindahin papah." Raffi menghela nafas. "Bisa kagak gue minta sesuatu dari lu?" Tanya Raffi, ia mengambil tangan Bunga kemudian menggengagamnya. "Apa?"
"Tunggu gue sampe gue balik kesini lagi." Ucapnya dengan nada pelan.
"Buat apa?" Bunga menautkan kedua alisnya, jelas dia masih tidak paham. "Buat jadi cewe halal gue." Goda Raffi.
Bunga tersenyum gak jelas sambil memukul bahu Raffi pelan. "Gak lucu ih, lagi serius juga."
"Ya intinya, kalau kita emang jodoh sejauh apapun gue pergi. Kita pasti ketemu lagi."
Raffi tersenyum, membuat Bunga merasa akan segera menangis. "L-lo boong kan? I-ini becanda kan?" Bunga terbata.
"Gak, gue serius." Balasnya sambil menghela nafas panjang.
"Lu mau janji satu hal ke gue?"
Bunga tersenyum masam. "Apa?"
"Kalau kita tetep bakalan jadi temen." Raffi lalu mengulurkan jari kelingkingnya, dan Bunga menautkannya.
"Gue sayang ma lu." Ucapnya pelan, sampai Bunga benar-benar hanya mendengarnya samar.
"Bung, boleh gue minta foto." Seketika air mata Bunga menetes tanpa diundang. Dengan cepat ia menghapus air matanya dan menujukan senyum terbaiknya.
Ckrekk!
Raffi memandang foto di handphone-nya. Setidaknya dia punya satu hal yang akan membuatnya tidak berhenti untuk mencintai Bunga.
'Cause you are, you are..
The reason why I'm still hanging on
'Cause you are, you are..
The reason why my head is still above water.
And if I could I'd get you the moon .
I give it to you.
And if death was coming for you.
I'd give my life for you.
~Kina - Get You The Moon
_____
Te
Be
Ce
Cuma 400+ words..
Mari kita tabok Author😂
KAMU SEDANG MEMBACA
Impressive Love [TAHAP REVISI]
Jugendliteratur[Belum Direvisi] Raffi Nugraha seorang anak baru di SMA Jaya Bhakti, terkenal sebagai playboy ganteng kelas kakap dan berandalan yang sering pindah-pindah sekolah. Cowok itu sempurna bagi semua orang, tapi tidak bagi Bunga. Bagi Bunga cowok itu hany...
![Impressive Love [TAHAP REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/166645044-64-k964039.jpg)