Ayo vote dan komennya, aku harap kalian tau bagaimana menghargai karya orang:)
***
"Aku mau kita putus." Ucap Bunga nadanya rendah terdengar sangat lirih. "Aku pikir kamu berubah selama ini dan aku salah."
Raffi menautkan alisnya bingung. Putus?
"Kamu kenapa sih? Marah ya gara-gara aku gak ngantar pulang kemaren?" Tanya Raffi dengan raut bingung. "Astaga, Bung. Aku udah nyariin kamu kemaren kata Riska kamu udah pulang."
Bunga tak ingin mendengarnya lagi. Jelas bukan itu yang membuatnya marah. Raffi hanya tidak tahu kalau ia memergokinya dalam keadaan yang begitu intim bersama Renata kemarin siang.
Bunga mendorong Raffi menjauh, gadis itu berjalan tenang melewati Renata yang duduk di bangkunya. Dan gadis itu memilih duduk bersama Novita di belakang karena kebetulan Dimas tidak masuk hari ini.
"Bung, dengerin dulu. Aku minta maaf deh kalo kamu marah. Tapi jangan putus ya." Ucap Raffi sambil mengejar Bunga.
"Gak ada yang perlu dijelasin. Lo sama gue putus." Ucap Bunga lirih namun penuh penekanan. Bunga menyentak tangan Raffi yang memegang tangannya.
Gadis itu menyilangkan tangannya saat melihat Renata ada tepat di belakang Raffi menepuk pundaknya. Semoga saja ini bukan keputusan yang salah.
***
Bunga, Novita, Riska, Nissa dan Liya saat ini berjalan di koridor. Disana ia dapat melihat Nissa berceloteh geram pada Liya mengenai Panitia Keamanan yang akan menjaga keamanan saat pertandingan basket antar sekolah besok. Dan tentunya ia dapat melihat Riska dan Novita yang asik membicarakan artis-artis korea favorit mereka.
Biarpun begitu Bunga bersyukur memiliki teman seperti teman-temannya. Kadang-kadang kelakuan gesrek mereka bisa tanpa sadar menghiburnya. Apalagi setelah ia putus dari Raffi tadi pagi, teman-temannya itu selalu menghiburnya dan memotivasinya. Seperti apa yang dikatakan Nissa:
"Kalau dia emang jodoh lo, mau sejauh pluto dia lari pasti bakal tetap jadi milik lo!"
Atau kata Riska:
"Yaelah ada tujuh milyar manusia dan lo masih sedih gara-gara satu orang doang. Hello motherfucker jangan sia-siain hidup lo dong."
Atau seperti kata-kata puitis Liya:
"Sayang tidak harus memiliki."
Entah kenapa Bunga merasa sedikit menyesal. Mungkin bisa saja ia salah paham, tapi entahlah ia sudah terlanjur merasa kecewa. "Liat tuh si Raffi, bener-bener gak tau diri." Nissa berujar dengan nada sinis. Ia juga menatap tajam objek didepannya.
Bunga menghela nafas saat melihat Renata nampak menaiki motor Raffi dan kemudian gadis itu memeluk posesif perut Raffi. Bunga menatap nanar, tapi buat apa cemburu gue kan bukan siapa-siapanya.
"Gak pa-pa, Bung! Lo cantik masih banyak yang mau sama lo." Ujar Liya, ia menatap Bunga yang tersenyum getir.
"Gue udah ingetin ke lo jangan dekat-dekat dia. Kemakan tuh kan pesonanya. Udah gausah sedih." Ucap Novita sambil menepuk pundak Bunga.
"Lo udah nyia-nyiain setengah tahun hidup lo cuma buat cowok playboy gada akhlak itu. Lo gaboleh down, Bung!" Ujar Nissa sambil mengepalkan tangan kirinya ke atas penuh semangat.
"Makasih kalian semua." Ucap Bunga, ia memandangi satu persatu temannya sambil tersenyum sumringah.
Kita bertemu, berpisah lalu menjadi sejarah. Tidak ada hal yang lebih hebat dari pernah bertemu kalian semua.
***
"Gue udah tau semuanya."
Husein menatap tajam satu sosok yang baru saja masuk ke kediamannya dengan langkah tenang. Lelaki itu menyesap pelan rasa wine yang ada digelasnya, merasakan sensasi panas dan pahit mendera tenggorokkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Impressive Love [TAHAP REVISI]
Teen Fiction[Belum Direvisi] Raffi Nugraha seorang anak baru di SMA Jaya Bhakti, terkenal sebagai playboy ganteng kelas kakap dan berandalan yang sering pindah-pindah sekolah. Cowok itu sempurna bagi semua orang, tapi tidak bagi Bunga. Bagi Bunga cowok itu hany...
![Impressive Love [TAHAP REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/166645044-64-k964039.jpg)