Ayo vote dan komennya, aku harap kalian tau bagaimana menghargai karya orang:)🖤
Warning chapter ini gajelas!
***
"Hallo?"
'B-bung, mobil Ra-Raffi kecelakaan.' Suara Nissa terdengar bergetar di ujung telpon.
"Apa?!"
'Gue dapat kabar dari Wildan, mobil Raffi kecelakaan dan hancur parah. Sekarang gue sama Riska lagi mau ke rumah sakit.'
"Terus gimana keadaannya?"
'Gue gak tau, tapi Sekarang dia masuk UGD. Wildan bilang dia mabuk.'
"Di rumah sakit mana?"
'Bayangkara.'
"Oke, gue kesana sekarang."
Bunga mematikan ponselnya dengan perasaan takut. Gadis itu tanpa pikir panjang mengambil jaket dan tasnya. Jangtungnya berdebar kencang, apa ini maksud kata-kata Raffi tadi?
'Semoga kita bisa ketemu lagi.'
'Semoga kita bisa ketemu lagi.'
'Semoga kita bisa ketemu lagi.'
Gadis itu menutup telingannya, rasanya kalimat itu terngiang-ngiang di otaknya. Kita pasti bisa ketemu lagi, kan?
Bunga mendesah lega saat melihat taksi di daerah rumahnya masih ada. Segera saja gadis itu menaiki taksi itu menuju rumah sakit.
Di dalam taksi itu gadis bermata coklat tua itu duduk dengan bibir bergetar. Ia baru saja mendapat foto mobil Raffi yang rusak parah dari Nissa. Mobil ferari merah itu hancur menabrak trotoar.
Air mata Bunga mengalir, dalam hati gadis itu terus berdoa semoga saja Raffi baik-baik saja. Dan setengah jam kemudian Bunga sampai di rumah sakit, gadis itu langsung berjalan menuju ruang unit gawat darurat.
Dahinya berkerut saat melihat tidak ada satupun disana. Ia berdiri di depan pintu ruang UGD itu, mencoba berfikir. Sampai beberapa menit kemudian dokter keluar.
"Mohon maaf pasien tidak selamat." Ucap dokter ber-tag name Andika itu.
Nafas Bunga tercekat, rasanya nafasnya sesak. "Dokter bohong, kan?"
"Tabahkan diri anda, kami sudah berusaha sebaik mungkin. Tapi kematian dan kehidupan hanya ada di tangan Tuhan." Jelas dokter Andika.
Bunga menangis menutup mulutnya dengan tangan. Bau anyir tercium kentara di indra penciumannya, dan sekarang langkah gadis itu tercekat. Ia melihat tubuh Raffi terbaring di brangkar rumah sakit dengan kain putih menutupi seluruh tubuhnya.
"Ra-Raffi." Panggil Bunga rendah.
Air mata gadis itu mengalir deras.
"Raffi!" Panggilnya lagi.
Tangannya bergetar ingin membuka kain putih itu. Nafas Bunga terengah, ia mencoba menguatkan raganya menyaksikan apapun di hadapannya saat itu.
"RAFFI!" Bunga berteriak saat melihat wajah itu. Wajah Raffi yang sudah hancur tak utuh lagi, darah terlihat ada di mana-mana. Bunga kalut pandangannya memburam.
Gadis itu jatuh terduduk sambil menggumamkan nama Raffi yang saat ini sudah terbujur kaku di atas brankar rumah sakit. Ia menangis kencang.
Tubuhnya seakan mati rasa sekarang. Ia bahkan belum mamaafkan lelaki itu sampai ajalnya memjemput.
"Gue belum maafin lo, Raff! Lo belum boleh pergi!"
"Keparat lo! Bisa-bisanya lo pergi nunggalin gue!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Impressive Love [TAHAP REVISI]
Fiksi Remaja[Belum Direvisi] Raffi Nugraha seorang anak baru di SMA Jaya Bhakti, terkenal sebagai playboy ganteng kelas kakap dan berandalan yang sering pindah-pindah sekolah. Cowok itu sempurna bagi semua orang, tapi tidak bagi Bunga. Bagi Bunga cowok itu hany...
![Impressive Love [TAHAP REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/166645044-64-k964039.jpg)