Sesekali bagaimana jika kita duduk berdua? Kembali bercerita tentang siapa yang suka makan rumput? Ilalang? Atau daun mati yang berguguran?
Sesekali bagaimana jika kita kembali duduk berdua? Bercerita tentang masalah yang terjadi hari itu dan kemarin? Atau bercerita tentang suatu kisah pada masa lalu yang membuat suasana menjadi semakin seru.
Tapi bagimana mungkin semuanya bisa terulang kembali? Bahkan sebuah kemustahilan yang pernah terjadipun, tidak akan bisa terulang. Kini aku hanya bisa berandai-andai. Andai kita tidak berjumpa kali itu.
Mengingat yang telah terjadi, mungkin aku yang salah, bergerak kesana kemari tak tentu arah hingga kau lelah dan memilih melupa. Atau bisa juga itu salahmu, yang tidak mencoba bersabar tapi malah hilang tiada berkabar.
Kali ini aku sedikit rindu, tentang kita yang dahulu saling tersenyum tersipu malu dari jauh, kini malah bertingkah acuh seolah tak saling tahu. Kini aku sedikit rindu, tentang kita yang dahulu saling mengkhawatirkan, sekarang malah seperti dua orang yang tidak pernah berkenalan.
Tapi yang jelas, terimakasih telah ada. Meski pada akhirnya kau tidak menjadi penutup kisah, setidaknya kau pernah menjadi bagian dari kisah yang tidak akan pernah terlupa.

KAMU SEDANG MEMBACA
Mencintaimu Adalah Perang
Poesía"Akan ada saatnya dimana kita bisa memilih dan sedia menerima pilihan. Sebab cita-cita cinta hanya bisa di usahakan, tanpa bisa di paksakan. Akan ada saatnya dimana aku kembali lagi bersama diriku sendiri. Sebab setelah jauh mengikuti langkahmu, aku...