Aku merangkak atas setapak subuh itu
Mau menunaikan rindu pada Tuhanku
Di kejauhan, layu langkah penyair kita
Memekarkan diri di masjid paling bunga
Penyair kita bersimpuh
Dibuka kitab puisinya dengan teduh
Shaf demi shaf yang semula lapang
Sesak penuh kata. Mau bersembahyang
Diimami penyair kita. Di depan sekali
Dengan kerikil-kerikil doa yang batu
Terus-menerus disusun imam kita:
“Semoga rinduku tak runtuh untuk-Mu”
Serentak amin disuarakan penuh iman
Yang jadikan segala rasa aman
KAMU SEDANG MEMBACA
For You
PoesíaBiarkan lilin yang kau tiup tetap menyala. Terang dan gelap tiada jadi pembeda. Sedih dan senang adalah dua hal yang sama-sama perlu kamu nikmati. Ketegaran hati datang kepada kamu yang tetap terlihat begitu kuat, setelah patahnya yang begitu hebat...
