"KIMORA!" teriak Ray ketika melihat tubuh Kimo yang jatuh dari jembatan itu dengan mata kepalanya sendiri. Ray dan keempat laki-laki lainnya langsung berlari menuju jembatan tersebut, lalu satu persatu mereka ikut terjun ke sungai untuk menyelematkan tubuh Kimo yang hanyut dibawa aliran sungai yang deras.
Bertepatan dengan itu, Hans mengambil kesempatan kabur ketika diketahuinya tidak ada yang mempedulikan kehadirannya karena pusat fokus mereka adalah Kimora, perempuan itu. Hans cepat-cepat kembali masuk ke dalam mobil, lalu kaki kanannya langsung menekan gas dengan dalam agar ia bisa cepat kabur dengan kecepatan yang diatas rata-rata.
Pasukan polisi yang ikut langsung membagi kelompok menjadi dua dimana kelompok pertama akan bertugas mengejar Hans dan kelompok satunya membantu kelima remaja laki-laki yang sudah terjun ke dalam sungai untuk mencari korban yang diduga dijatuhkan ke sana.
Ray berkali-kali masuk dan mengeluarkan kepalanya untuk mencari keberadaan Kimo. Wajahnya keliatan sangat panik sampai rasanya Ray ingin menangis. Laki-laki itu berkali-kali meneriakkan nama perempuan itu, tetapi tidak terdengar sahutan balik. Keempat laki-laki lainnya melakukan hal yang sama, bahkan mereka sudah tersebar ke sisi bagian sungai yang berbeda. Semuanya panik dan sama-sama mengharapkan Kimo dapat ditemukan.
Aliran sungai terasa semakin deras saja, sampai tak jarang tubuh Ray ikut terseret kalau saja ia tidak berpegangan kepada sebuah dahan pohon yang sudah menunduk ke sungai. Tak jarang Ray terminum air sungai tersebut sampai rasanya perutnya mual ingin memuntahkan isinya. Berkali-kali Ray terbatuk, tetapi tetap saja ia terus mencari keberadaan Kimora.
"Kimora!" teriaknya keras.
Hanya suara aliran sungai yang deras yang terdengar. Ray mengusap wajahnya berkali-kali dan hendak berniat untuk menyelam ke dalam sungai. Ia berpikir bisa saja Kimo tenggelam dan tubuhnya tak bisa bangkit lagi.
Ketika Ray hendak melakukan tindakan beresiko itu, polisi yang sepertinya tahu apa niat Ray langsung berteriak agar menyuruh Ray berhenti. Ia menyuruh Ray naik dengan kemarahannya yang kian meningkat ketika Ray tidak mematuhinya. Ray masih saja tidak peduli dengan berbagai teriakan tersebut, hingga akhirnya Ray melakukannya. Ia mengambil napas dalam-dalam terlebih dahulu, kemudian barulah kepalanya kembali masuk ke dalam air untuk mencari perempuan itu.
Matanya sedikit menyipit ketika terdapat butiran tanah di dalam sungai yangmengambang masuk ke dalam matanya. Sekuat tenaga ia tahan rasa perih yang ia rasakan itu dengan terus berenang entah kemana. Namun malang datang juga, ketika Ray sedang berenang, aliran sungai semakin kuat saja. Ray sempat panik, ia mempercepat renangnya untuk meraih batu yang terdapat di tengah sungai itu. Ia berhasil! Ray cepat-cepat mengeluarkan kepalanya untuk dapat menghirup udara sebanyak-banyaknya. Tangannya memegang kuat pada batu yang berukuran sedang itu, kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri seraya memanggil nama perempuan itu.
"Kimora! Lo dimana?!"
Masih tidak ada sahutan. Ray mengusap wajahnya frustrasi, laki-laki itu menangis. Emosi yang sejak tadi ia tahan dari melihat tubuh Baraq yang mengenaskan keluar seketika. Ia marah dan memukul-mukul air dengan sekuat tenaga sampai air bercipratan kemana-mana. Ray menutup matanya dengan tangan kanannya. Kali ini Ray membiarkan dirinya larut dalam kesedihan.
Ray menghentikan tangisnya ketika mendengar suara burung yang berterbangan. Laki-laki itu sedikit terkejut. Matanya pun memandang kesana-kemari saking paniknya hingga ia melihat sebuah tangan di balik dahan pohon yang tersangkut pada batu yang lumayan besar di tepi sungai. Ray membulatkan matanya, langsung saja ia bergerak cepat, mecoba berenang dengan hati-hati agar dapat melihat tangan itu lebih jelas.
"KIMORA!" teriak Ray.
Laki-laki itu menemukan Kimora.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet but Psycho
Fiksi RemajaTerlahir sebagai anak konglomerat mungkin terlihat sangat menyenangkan. Namun mereka tidak tahu senang dan ancaman adalah satu paket yang harus diterima oleh anak konglomerat. Kimora salah satunya, perempuan yang terlahir dari keluarga konglomerat...
