Belajar bareng

13.3K 661 5
                                        

"Alana Saraswati?" panggil Bu Dila yang tiba-tiba masuk ke kelas.

"Saya Bu," jawab Alana mengacungkan tangannya.

"Kamu dan Arsen saya tunjuk untuk mewakili olimpiade matematika sekolah kita," jelas Bu Dila.

"Ha!" jawab Alana sedangkan, Arsen hanya tersenyum.

"Ta-tapi bu?" Bu Dila menggeleng.

"No no, Alana jangan menolak! Karena kalian sangat pintar dalam bidang itu, permisi anak-anak," jawab Bu Dila kemudian pamit keluar kelas.

"Kenapa harus sama dia sih?!" Gumam Alana menutup mukanya.

"Jodoh kali Al," celetuk Alex, membuat seisi kelas bersorak.

"Cieee ..." Alana sangat ingin menimpuk muka Alex.

"Tuh Alana, gue bilang juga apa, kalian berdua itu cocok," lanjut Alex dengan tertawa kecil.

"Diem gak lo! Atau gue timpuk pakai buku gue!" sinis Alana menoleh ke bangku Alex.

Arsen hanya tersenyum, tak bisa berkata apa-apa.

"Galak amat Al," Alex ngeri melihat Alana yang marah.

"Hahaha ..." tawa satu kelas pecah, melihat Alex yang takut.

Alana tersenyum melihat ini semua, seakan sebagian masalahnya hilang sirna.

*

"Al, kapan mau belajar bareng?" tanya Arsen saat bel sudah pulang.

"Terserah lo," jawab Alana sembari membereskan buku-bukunya.

"Kalo sekarang hari jum'at, berarti hari sabtu besok gimana?" tanya Arsen membuat Alana menatapnya.

"Ya udah," Alana menyampirkan tas nya.

Ariel calling ...

Alana mengerutkan keningnya.

"Halo," sapa Alana.

"Hai Al? Gue besok mau ajak lo ke rumah gimana?" tanya Ariel.

"Oh gitu, hari minggu deh gimana? Besok ada tugas ke temen," jawab Alana yang sebenarnya tak enak.

"Oke deh, gue jemput lo gimana?" pinta Ariel.

"Gak perlu, gue bisa ke rumah lo."

"Oke, bye Alana ..."

"Bye ..." Alana menutup telfon sepihak.

"Dari siapa Al?" tanya Arsen.

"Ariel," jawab Alana kemudian pergi tetapi, ditahan oleh Arsen.

"Lo jalan sama dia?" Alana menggeleng.

"Gue kerumahnya, Tante Ira minta ketemu," entah kenapa Arsen merasa cemburu.

"Gue ikut," pinta Arsen.

"Ngapain sih?!" tanya Alana kesal.

"Ya ... ya ... gu-gue mau ketemu juga sama Tante Ira," jawab Arsen dengan berbagai alasan.

"Serah!" Alana pergi meninggalkannya, dengan Arsen yang tersenyum.

"Gue akan dapetin lo dengan cara apapun!" Arsen pergi dari kelas untuk pulang.

*

"Kamu besok harus antar semua bunga-bunga ini!" Alana bingung bagaimana harus bilang ke Mama nya.

"Ma, Alana besok belajar bareng sama temen, soalnya Alana disuruh mewakili sekolah buat olimpiade matematika," jelas Alana dengan wajah menunduk.

"Gak ada bantahan! Kamu boleh belajar bareng selesai anterin semua bunga-bunga ini," Alana mengangguk mengerti.

Bad-Boy (Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang