"Sya, pake mobil lo?" tanya Alana.
"Iya Al, eh Ra lo ikut juga," Ara mengacungkan jempol.
Saat mereka bertiga ingin keluar kelas, tiba-tiba ...
"Mau kemana Al?" tanya Arsen.
"Eh, gue ... gue ... ke rumah," jawab Alana terbata-bata.
"Rumah? Maksudnya Al?" tanya Arsen lagi.
"Ke-"
"Ke rumah Tante Ira, udah lo gak usah ikutan!" nelum selesai Alana bicara, Lisya sudah memotong pembicaraannya.
"Yakin gak mau gue temenin?" tanya Arsen.
Nyebelin banget sih Arsen! batin Alana menoleh ke sana kemari.
"Gak perlu," jawab Alana.
"Kita pergi aja ya," ajak Alana menarik tangan Ara dan Lisya.
"Dah ..." Arsen melambaikan tangannya memandang Alana dari jauh.
Alana dengan cepat mengajak temannya di arah parkiran, hingga membuat Lisya dan Ara heran.
"Udah kali Al," pinta Ara.
"Iya," jawab Alana masih menoleh ke sana kemari.
"Lo kayaknya takut banget sama Arsen?" goda Ara menoel dagu Alana.
"Eng-enggak kok, gue males aja sama dia, lagian kalo dia tau kita mau ke cafe temen lo gimana?" Lisya dan Ara mengangguk.
"Iya aja dah Ra," pinta Lisya menepuk pundak Ara.
"Ishh ..." kesal Alana.
*
"Gimana Ky?" tanya Lisya yang saat ini sedang mengobrol dengan temannya sebagai manager cafe.
"Oke deh, dia bisa jadi pelayan di sini oiya, dia bisa nyanyi gak?" tanya Ricky.
"Bisa kok, bagus malah suaranya," jawab Lisya.
"Soalnya kalo dia bisa, bisa jadi pengganti penyanyi cafe kalo gak ada," jelas Ricky.
"Siap deh, makasih ya."
"Sama-sama," selesai Lisya dengan Ricky diskusi, akhirnya Lisya menghampiri meja temannya.
"Gimana? Gue diterima gak?" tanya Alana bertubi-tubi.
"Iya dong, lo kan pilih shif sore sampai malam," Alana memeluk Lisya kegirangan.
"Makasih Lisya," ucap Alana kegirangan.
"Nama cafe ini apa tadi?" tanya Alana pada Lisya.
"Namanya Cafe Flower, karena banyak banget bunga-bunga disini," jelas Lisya.
Alana hanya mengangguk sembari mengamati cafe tersebut .
"Oiya Al, berarti lo sibuk banget dong?" tanya Ara.
"Iya nih, pagi gue sekolah, siang gue anter bunga, sore sampai malam gue ke cafe," jelas Alana.
"Bakal gak bisa main nih, karna kurang ratu sibuk," ledek Lisya.
"Maaf deh, lo kan tau uang buat sekolah gue harus dilunasi, ya walaupun gue ada beasiswa tapi, buat bayar keperluan ekstrakurikuler setiap bulan itu kan harus ada," terang Alana.
"Gak papa Al, kita dukung lo kok," jawab Ara diikuti Lisya.
"Makasih ya," Alana bersyukur memiliki sahabat seperti Ara dan Lisya.
"Yang tadi sama lo siapa?" tanya Alana.
"Itu tadi Ricky, dia manager disini," jawab Lisya.
"Berarti mulai besok gue kerja disini?" tanyanya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad-Boy (Complete)
Novela JuvenilBad-boy? bagi banyak orang dia seseorang yang tampan, playboy, dan tak terlalu pintar tentunya. Namun, bagi Arsen cowok pindahan dari Amerika ini sudah banyak dikenal orang. Tak hanya tampan dia juga dikenal akan kepintarannya. Cupu? orang beranggap...
