Alana menutup pintu, hari ini ia berangkat sekolah pagi-pagi.
"Ricky," Alana sedikit terkejut dengan kedatangan Ricky.
"Hai Al, gue antar lo ke sekolah ya," pinta Ricky yang juga sama memakai seragam.
"Gue bisa sendiri kok," jawab Alana tak enak.
"Ayolah, gue juga bawain lo sarapan nanti di sekolah," ucap Ricky sembari menunjukkan kotak bekal.
"Gue banyak ngerepotin lo," balas Alana.
"Enggak, ayok!" ajak Ricky.
Ricky memegang tangan Alana, membuat Alana diam.
"Al," panggil Ricky berbalik.
"Ayok!" ajak Ricky.
Lamunan Alana buyar, ia mengangguk tersenyum.
Alana naik ke motor Ricky, membuat Ricky menahannya.
"Pakai jaket ya, lo kan pakai rok sekolah," pinta Ricky.
"Makasih," ucap Alana tersenyum.
"Sama-sama," Alana naik ke motor, motor Ricky meninggalkan kawasan rumah Alana.
20 menit kemudian.
Alana dan Ricky telah sampai di SMA Garuda, Alana turun dari motor Ricky.
"Makasih Ky," ucap Alana.
"Sama-sama, oiya, ini bekal sarapan lo," balas Ricky sembari memberikannya.
"Gue ngerepotin nih," ucap Alana tertawa kecil.
"Enggak lah, gue antar jemput lo setiap hari ya," pinta Ricky.
"Asal gak buat lo repot," balas Alana.
"Apa sih yang gak buat lo," Alana tertawa kecil.
Di satu sisi, seseorang tengah menahan amarahnya. Arsen yang tengah melihat Alana dan Ricky berdua.
"Sabar Sen," ucap Angga merangkul Arsen.
"Apa gue gak pantes untuk Alana?" tanya Arsen lesu.
"Lo perlu membuktikan rasa lo ke Alana, mungkin dia bisa percaya itu," balas Angga.
"Kalo gue lihat sih, Ricky bisa selangkah lebih maju daripada lo," ujar Arya.
"Udah deh, mending lanjutin sekarang misi lo deketin dia," ucap Alex mendukung.
"Oke," Arsen dkk pergi untuk menuju kelas.
Alana tersenyum senang, karena masih ada yang baik kepadanya.
"Gue pamit Al," pamit Ricky.
"Hati-hati ya," ucap Alana.
Brum ... brum ... brum ...
Alana tersenyum setelah kepergian Ricky, kemudian ia menuju kelas.
"Pagi Al," sapa Ara.
"Pagi," sapa Alana balik.
"Lisya kenapa?" tanya Alana melihat Lisya murung.
"Habis putus sama pacarnya," balas Ara.
Alana melihat bekal dari Ricky, sebuah roti sandwich yang ia tahu kesukaan Lisya.
"Ikhlas Sya, lo pasti dapet yang terbaik," ucap Alana menepuk pelan pundak Lisya.
"Gue ikhlas kok, cuma kan kenangan sama dia banyak banget," balas Lisya menghadap Alana.
"Katanya walaupun putus, masih banyak antrian cowok," ujar Alana.
"Lo move on, gue tau itu sedikit berat sih cuma kalo lo pikirin terus, emang dia pikirin lo? Bisa aja dia lagi happy," lanjut Alana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad-Boy (Complete)
Novela JuvenilBad-boy? bagi banyak orang dia seseorang yang tampan, playboy, dan tak terlalu pintar tentunya. Namun, bagi Arsen cowok pindahan dari Amerika ini sudah banyak dikenal orang. Tak hanya tampan dia juga dikenal akan kepintarannya. Cupu? orang beranggap...
