Alana turun ke bawah untuk sarapan, dan melihat Papa dan Mama nya tengah sarapan juga.
"Pagi Al, sarapan ya," Alana mengangguk.
Dewi yang melihat Alana, seketika langsung mood sarapannya buyar.
"Males ah, aku makan di kamar aja," ucap Dewi sinis sembari membawa makanannya ke kamar.
Alana hanya menatap sendu, sedangkan Fariz berusaha menguatkan Alana.
"Al, Papa sayang sama kamu, Papa mau kamu bahagia ya," ucap Fariz tiba-tiba.
"Pa, Alana selalu bahagia kok," balas Alana tersenyum.
10 menit kemudian.
Alana telah selesai sarapan, ia kemudian pamit kepada Fariz.
"Pa, Alana berangkat sekolah ya," pamit Alana.
"Nak, Papa mau pesan sama kamu, kamu harus segera membuka kotak kardus itu ya," pinta Fariz.
"Iya Pa, nanti Alana buka," Alana mengangguk.
"Assalamualaikum," salam Alana.
"Waalaikumsalam."
*
Alana telah sampai di sekolah, ia segera mencari tempat duduk untuk menunggu bel masuk.
"Al," panggil seseorang.
Alana mendongak mendapati Arsen dengan sahabat-sahabatnya.
"Mau duduk? Nih," Alana lebih baik mencari tempat duduk lain.
"Aku ke sini mau jelasin soal kemarin," pinta Arsen menahan tangan Alana.
"Gak perlu, gue masih banyak urusan," balas Alana melepas kasar tangan Arsen.
Arsen hanya menatap sendu Alana dari jauh.
"Sen, kita bakal bantu lo buat dapetin Alana lagi," ucap Alex yang juga merasa bersalah.
"Thanks," Arsen dkk bertujuan menuju kelas ujian.
Sedangkan Alana yang tujuannya juga sama, telah bertemu Lisya dan Ara.
"Pagi Al," sapa Ara.
"Pagi," Alana segera duduk dan membuka buku catatannya.
Kok perasaan gue gak enak ya? batin Alana heran.
*
"Aku keluar dulu," pamit Dewi menyalami suaminya.
"Hati-hati," Dewi mengangguk.
Fariz segera mengikuti ke mana Dewi, ia memesan ojek agar dapat membuntuti Dewi.
Tak selang berapa lama, Dewi yang juga dengan ojek nya berhenti di pekarangan rumah sederhana.
Dia ngapain? batin Fariz bertanya-tanya.
"Pak, ini uangnya," setelah itu Fariz mencoba bersembunyi di samping rumah.
Tok ... tok ... tok ...
Tampaklah sosok pria, dan Dewi dipersilahkan masuk ke rumahnya.
"Aku harus lebih dekat," Fariz mencoba bersembunyi di sebelah kaca rumah tersebut.
"Aryo, kita harus cepat membunuh Alexa!" pinta Dewi.
"Saya gak bisa Bu, Alexa tak bersalah," balas Aryo menunduk.
"Dia sudah menyusahkan hidup saya! Aku gak mau Alexa atau Alana lah, dia harus aku bunuh!" ancam Dewi.
Deg.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad-Boy (Complete)
Novela JuvenilBad-boy? bagi banyak orang dia seseorang yang tampan, playboy, dan tak terlalu pintar tentunya. Namun, bagi Arsen cowok pindahan dari Amerika ini sudah banyak dikenal orang. Tak hanya tampan dia juga dikenal akan kepintarannya. Cupu? orang beranggap...
