Suasana cafe sangat ramai, banyak orang berteduh sembari meminum kopi di Cafe Flower karena hujan.
"Sa, udah jam 8 nih, gue pulang ya," pinta Alana.
"Lo yakin Al? Ini hujan lho," ucap Elsa.
"Iya juga sih, tapi gue bingung ngasih alasan yang pas ke orang tua," jawab Alana resah.
"Biar gue aja yang anter," pinta Ricky menghampiri Alana dan Elsa.
"Gue aja yang anter," tiba-tiba Arsen datang dengan sedikit basah.
"Arsen?" Alana melihat Arsen yang wajahnya terkena hujan.
"Lo pasti bawa motor kan Sen, biar Alana aja yang gue antar," ucap Ricky.
"Gue bawa mobil kok," jawab Arsen.
"Al, pilih mana nih?" bisik Elsa kepada Alana.
"Gue lebih bingung ngelihat mereka debat," bisik Alana.
Elsa tersenyum dan kembali ke pekerjaannya yang tertunda.
"Ky, gue sama Arsen aja, dia kan yang tau rumah gue," jawab Alana.
"Sabar Ky," ucap Arsen menepuk pundak Ricky.
"Sen," panggil Alana.
Arsen menoleh menghadap Alana yang mendekat kepadanya, kemudian mengusap wajah Arsen dengan saputangan milik Alana.
"Lo basah tau," ucap Alana sedangkan Arsen tersenyum melihat Alana yang perhatian kepadanya.
"Kenapa senyum?" Alana heran sendiri.
"Perhatian banget calon pacar gue," Alana yang jengah berhenti.
"Bersihin sendiri," Ricky yang melihat hanya tertawa kecil.
"Temen diketawain," cibir Arsen kesal.
"Ky," panggil Alana.
"Kenapa Al?" tanya Ricky.
"Ada handuk gak?" Ricky mengangguk kemudian mengambil dan memberikannya kepada Alana.
"Makasih," ucap Alana tersenyum.
"Sama-sama, emang buat apa Al?" Alana memberikannya pada Arsen.
"Buat Arsen, kasihan dia sedikit basah bajunya," Arsen tersenyum kemenangan.
"Elsa, gue pesen matcha latte 2," pinta Alana.
"Buat siapa Al?" tanya Ricky.
"Buat gue sama Arsen, dia kan juga suka matcha latte," jawab Alana.
"Nih Al," Alana mengangguk menerima minuman itu, dan membayarnya.
"Ky, gue duluan," pamit Alana.
Jujur Ricky yang melihatnya sedikit sesak, orang yang paling disayang sekarang tengah bersama orang lain.
"Duluan bro," pamit Arsen.
Alana dan Arsen melihat hujan yang sedikit deras, melanda Kota Jakarta.
"Sen, parkiran masih di depan, gimana ke sana nya?" tanya Alana bingung.
Arsen melepas jaket nya, kemudian menutupi tubuhnya dengan Alana dengan jaket.
"Ayok!" ajak Arsen sedangkan Alana tampak deg-degan dengan posisinya yang dekat dengan Arsen.
Alana masuk ke dalam mobil, begitu pula Arsen.
"Nih, buat lo," Alana memberikan satu minuman untuk Arsen.
"Makasih," Alana mengangguk kemudian meminum miliknya.
"Al, buat handuk sama saputangan nya gue cuci di rumah aja ya," pinta Arsen.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad-Boy (Complete)
Teen FictionBad-boy? bagi banyak orang dia seseorang yang tampan, playboy, dan tak terlalu pintar tentunya. Namun, bagi Arsen cowok pindahan dari Amerika ini sudah banyak dikenal orang. Tak hanya tampan dia juga dikenal akan kepintarannya. Cupu? orang beranggap...
