Bukan anak kandung?

11K 484 37
                                        

Alana terburu-buru pulang, hingga saat sampai di rumahnya.

Pyar ...

"Suara apa itu?" gumam Alana heran.

Sreet ...

Alana membuka perlahan pintu rumahnya, kemudian mencari ke sumber suara.

"Kayak di kamar Mama sama Papa," Alana berjalan pelan agar tak diketahui orang tuanya.

"PA, ALANA ITU PANTES BUAT DISURUH-DISURUH!" kesal Dewi pada Fariz suaminya.

"GAK YA! ALANA ITU ANAK KITA, JANGAN KAMU BEDA-BEDA KAN DIA DARI DULU!" bentak Fariz yang mulai emosi.

"Mereka kenapa berantem?" tanya Alana bermonolog.

"ALANA BUKAN ANAK KANDUNG KITA! DAN KAMU JANGAN PERNAH BELAIN DIA!" bentak Dewi membuat Fariz diam.

Deg ...

Alana merasa lemas dan tak percaya, mana mungkin dia bukan anak kandung.

"KALAUPUN DIA BUKAN ANAK KANDUNG KITA, JANGAN PERNAH BUAT SEENAKNYA WI! AKU KASIHAN SAMA DIA," bentak Fariz.

"DIA PERLU TAU SEMUANYA! DAN AKU UDAH MUAK PUNYA ANAK PEMBAWA SIAL!" bentak Dewi yang sudah muak.

Plak ...

Alana terkejut melihat Papa nya menampar Mama seperti itu, membuat Alana menangis.

"Mendingan aku pergi! Aku akan kembali setelah dia pergi!" Alana melihat Mama nya sudah membereskan kopernya berisi baju.

Dewi membawa kopernya dan keluar, membuat Fariz mengejarnya.

"Kamu mau kemana?" tanya Fariz mengikuti Dewi.

"MAU PERGI!" saat Dewi keluar sudah ada Alana yang menangis melihat pertengkaran orang tuanya.

"Ini dia Alana! Bagus juga sih kalau kamu sudah mendengar semuanya!" ucap Dewi membuat Alana sesak.

"Pa, apa itu bener?" tanya Alana di sela-sela tangisnya.

"Ya bener lah!" Dewi mendahului jawaban suaminya.

"Ma, Alana mohon jangan pergi, biar aja Alana yang pergi," mohon Alana.

"Al, jangan Nak!" pinta Fariz mencegah anaknya.

"Gak papa Pa, Alana bakal baik-baik aja kok," jawab Alana agar Papa nya tidak khawatir.

"Gini deh, Alana boleh tinggal sama kita, asalkan dalam tiga bulan dia harus dapat uang 5 juta," Alana sangat kaget, begitu pula Fariz.

"Kamu apa-apaan sih! Dia kan harus sekolah," kesal Fariz pada Dewi.

"Pa, biar itu Alana yang urus, Mama jangan pergi ya," pinta Alana.

Dewi kembali masuk ke kamarnya, membuat Alana dan Fariz resah.

"Kamu dapat uang itu darimana?" tanya Fariz.

"Papa gak usah mikirin soal uang itu, biar Alana yang urus, Alana ke kamar dulu," jawab Alana kemudian menuju kamarnya.

Alana menangis di kamarnya, ia tak menyangka selama ini jika bukan anak kandung dari keluarga ini.

"Hiks ... hiks ..." Alana sesenggukan mengingat kejadian tadi.

Flashback on.

"ALANA BUKAN ANAK KANDUNG KITA! DAN KAMU JANGAN PERNAH BELAIN DIA!" bentak Dewi membuat Fariz diam.

Deg ...

Alana merasa lemas dan tak percaya, mana mungkin dia bukan anak kandung.

"KALAUPUN DIA BUKAN ANAK KANDUNG KITA, JANGAN PERNAH BUAT SEENAKNYA WI! AKU KASIHAN SAMA DIA," bentak Fariz.

Bad-Boy (Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang