"Al," panggil Arsen.
Alana menoleh.
"Lo kapan jawab perasaan gue?" tanya Arsen mendekat kepada Alana.
"Lo tau kan menggantungkan perasaan itu gak enak," lanjut Arsen.
"Lo jawab sekarang ya," pinta Arsen.
"Gue-" Alana gugup saat menjawabnya, apakah menerima Arsen kedua kalinya akan membuatnya bahagia.
Kling ...
Alana yang mendengar suara bunyi dari ponselnya, memutuskan mengambilnya.
From:+62xxxxxxxxx
Di saat lo bahagia, gak akan lama lo sendiri yang akan menderita!
R.
Alana yang terkejut membuat Arsen mengernyitkan dahinya heran.
"Dari siapa?" tanya Arsen.
"Operator doang," jawab Alana agar Arsen percaya.
"Gue kira apaan," ucap Arsen diiringi senyuman.
Alana menghembuskan nafasnya, ia harus menjawab sekarang. Sebentar ia menatap Arsen menunduk sembari menunggu jawaban.
"Gue sayang sama lo," ucap Alana spontan membuat Arsen menatapnya.
"Gue cinta sama lo dan di saat kita berpisah gue ngerasa hancur Sen," lanjut Alana.
Arsen yang tersenyum bahagia langsung memeluk tubuh kecil Alana.
"Al, sampai kapanpun gue akan tetap cinta sama lo," ucap Arsen mengusap rambut Alana.
Bahkan lebih baik gue menderita karna menerima cinta itu daripada gue kehilangan lo, batin Alana dengan rasa senang bercampur takut.
"Aku janji sama kamu Al, bahwa gak akan pernah buat kamu sakit hati lagi," ucap Arsen.
"Makasih," balas Alana tersenyum.
*
"Ke perkebunan di sana yuk!" ajak Lisya.
"Kalo mah Lisya, Abang Arya pasti ikut," balas Arya.
"Al, ikut yuk!" ajak Lisya menghiraukan Arya.
"Gue lagi bikin mie instan, kalian duluan aja," balas Alana.
"Gue juga di sini aja," ucap Arsen.
"Widii ... ada apa nih?" tanya Angga selidik.
Alana hanya tersenyum menatap Arsen, sedangkan Ara dan Lisya langsung menebak.
"Lo berdua udah balikan?" tanya Ara dan Lisya bersamaan.
"Iyalah, siapa sih yang nolak aura kegantengan gue," jawab Arsen dengan sombongnya.
"Al, parah lo, gak bilang dulu sama kita," ucap Lisya.
"Kalian tadi masih tidur, jadi belum menyaksikan sesuatu yang indah di pagi hari," balas Alana.
"Selamat ya buat lo berdua, semoga aja gak akan ada masalah lagi di antara kalian berdua," ucap Ara.
"Thanks," balas Alana dan Arsen bersamaan.
Semoga, batin Alana resah.
"Nah jodoh kan lo berdua, barengan lagi ngomongnya," ucap Angga.
"Yaudah deh, lo tau kan perkebunannya?" tanya Lisya.
Alana mengangguk.
"Berangkat yuk!" ajak Lisya.
"Kamu duluan aja, aku cuma bentar doang makannya," pinta Alana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad-Boy (Complete)
Teen FictionBad-boy? bagi banyak orang dia seseorang yang tampan, playboy, dan tak terlalu pintar tentunya. Namun, bagi Arsen cowok pindahan dari Amerika ini sudah banyak dikenal orang. Tak hanya tampan dia juga dikenal akan kepintarannya. Cupu? orang beranggap...
