Sudah 2 minggu sejak sekolah dimulai, Alana masih belum masuk.
"Sen, kalo pun Alana masuk dia juga gak akan sekelas sama kita," ucap Lisya.
"Aneh juga sih, kenapa Alana malah terpilih di kelas 12 MIPA 2," ujar Alex.
"Kelas manapun tapi Alana harus sama kita, dia kan belum pulang dari rumah sakit," balas Arsen kekeh.
"Iya deh, pacarnya Alana," ucap Ara dan Lisya bersamaan.
Kring ... kring ... kring ...
"Udah bel, masuk yuk!" ajak Ara.
"Yang cewek duluan, untuk cowok mau berdiskusi," pinta Arsen.
"Oke, bye ..."
Ara dan Lisya berjalan dahulu meninggalkan mereka, sedangkan Arya dan Alex bingung.
"Alana sembuh pasti, lo tau kan kondisinya semakin membaik," ucap Arya.
"Iya, perkiraan Alana akan masuk lusa atau kapan gitu, gue mau buat kejutan sama dia," balas Arsen.
Kling ...
From: Lisya
Alana besok masuk sekolah.
"Sen, Alana besok masuk sekolah," ucap Arya.
"Dia aja belum pulang dari rumah sakit," balas Arsen.
"Lihat deh," Arya menunjukkan ponselnya.
Arsen tak tau kenapa Alana sekolah besok, padahal Alana masih di rumah sakit.
"Gue telfon Alana dulu," pinta Arsen.
"Buat apa? Kalo lo telfon sekarang, dia tau dong kalau lo bakal bikin kejutan ke dia," ucap Alex.
"Gue mau memastikan aja," ucap Arsen.
Arya langsung merebut ponsel Arsen, membuat Arsen kesal.
"Udah deh, buat kejutan sekarang biar besok kalo Alana sekolah lo udah siap," ucap Arya.
Arsen mengangguk saja dan meminta bantuan.
*
"Pa, makasih ya udah mau mengabulkan permintaan Alana," ucap Alana.
Alana yang sudah di rumah, dan merasa baikan tapi belum diperbolehkan masuk sekolah.
"Sama-sama Al, emang kamu gak mau satu kelas sama mereka?" tanya Seraz.
"Sebenarnya mau aja sih, tapi Alana mau bergaul sama yang lain aja," jawab Alana.
"Al, setelah kamu lulus sekolah nanti, mau lanjut di sini atau luar negri?" tanya Ira.
"Alana belum tau Ma, lagian sekolah juga baru mulai, jadi nanti Alana pikir mau lanjut kemana," balas Alana.
"Alana boleh gak ziarah ke makam Abang sekarang?" tanya Alana.
"Al, kamu baru pulang lho. Lagian ini masih pagi," jawab Ira.
"Ma, Alana baik-baik aja kok, boleh ya?" Seraz dan Ira mengangguk.
"Tapi harus sama Ariel," Ariel yang baru saja ingin nimbrung bertanya-tanya.
"Kenapa Ma?"
"Kamu temani adik kamu ke makam Reza," Ariel mengangguk.
Alana berpamitan dan mengalami kedua orang tuanya.
Kemudian mereka menuju ke garasi, dan segera berangkat ke pemakaman.
"Bang, makasih ya," ucap Alana.
Ariel tersenyum.
Mobil tersebut sudah meninggalkan kawasan rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad-Boy (Complete)
Roman pour AdolescentsBad-boy? bagi banyak orang dia seseorang yang tampan, playboy, dan tak terlalu pintar tentunya. Namun, bagi Arsen cowok pindahan dari Amerika ini sudah banyak dikenal orang. Tak hanya tampan dia juga dikenal akan kepintarannya. Cupu? orang beranggap...
