Alana berniat pulang sekolah jalan kaki, sepeda yang biasa ia pakai ban nya bocor.
"Sepeda lo mana Al?" tanya Ara tak melihat sepeda sahabatnya.
"Ban nya bocor Ra, jadi hari ini gue jalan aja," jawab Alana.
"Gak mau bareng gue? Satu arah tau," Alana menggeleng.
"Ngerepotin aja, lagian gue udah biasa kok," Ara mengangguk.
Tin ... tin ... tin ...
"Gue udah dijemput nih, duluan ya bye ..." Ara memasuki mobil, dengan Alana yang memandangnya dari jauh.
"Bye ..." Alana melambaikan tangannya.
Tin ... tin ... tin ...
Sebuah mobil mewah berhenti di depan Alana, Alana yang tak tau hanya memandang mobil itu.
"Tante Ira," Ira yang tiba-tiba menghampiri Alana, dengan wajah tersenyum.
"Alana, Tante ke sini mau ngasih sesuatu sama kamu," Alana mengernyit heran.
"Kan aku bisa ke rumah Tante, gak perlu repot nyamperin ke sekolah," Tante Ira menggeleng.
"Kemarin Tante tanya Ariel sekolah kamu, daripada kamu yang nyamperin," Alana tersenyum hangat.
"Ada apa Tante kesini?" tanya Alana.
"Tante mau ngasih undangan ke kamu," Ira memberikan sebuah undangan kepada Alana.
"Tante ulang tahun, selamat ulang tahun ya Tante," pinta Alana memeluk Ira.
Sesuatu nyaman dirasakan keduanya, Alana sangat senang.
"Iya, makasih Alana, kamu datang nanti malam ya?" Alana mengangguk tersenyum.
"Pasti dong Tante," jawab Alana.
"Tante pamit dulu ya?" Alana mengangguk.
"Gak mau bareng?" Alana menggeleng.
"Gak usah tante, Alana udah ada yang jemput," jawab Alana bohong, ia tak mau merepotkan Tante Ira.
"Ya udah, Tante permisi dulu," Ira masuk ke mobil, dan melambaikan tangannya ke Alana.
"Bye ... Tante," Alana melambaikan balik ke Tante Ira.
Saat mobil Ira sudah jauh, Alana memandangi undangan itu.
"Gue pakai apa ya?" tanya Alana pada dirinya sendiri.
"Ntar deh," Alana tidak terlalu memikirkan soal gaun yang nanti dipakai nanti malam.
*
Malam tiba, Alana bingung harus pakai gaun apa.
"Ini aja deh," Alana menemukan gaun yang menurutnya bagus.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad-Boy (Complete)
Roman pour AdolescentsBad-boy? bagi banyak orang dia seseorang yang tampan, playboy, dan tak terlalu pintar tentunya. Namun, bagi Arsen cowok pindahan dari Amerika ini sudah banyak dikenal orang. Tak hanya tampan dia juga dikenal akan kepintarannya. Cupu? orang beranggap...
