3 bulan kemudian.
"Anak-anak, besok kalian sudah melaksanakan ujian kenaikan kelas, saya mohon kerjasamanya agar kalian mengerjakan dengan jujur," ucap Bu Dila selaku wali kelas.
"Baik Bu," ucap seluruh murid 11 MIPA 1.
"Saya permisi, assalamualaikum," pamit Bu Dila keluar kelas.
"Waalaikumsalam."
"Eh Al, lo udah ada persiapan buat ujian besok?" tanya Ara.
"Udah dong," jawab Alana berbalik untuk menghadap Ara.
"Ratu juara satu, pakai gak belajar," ucap Ara membuat Alana tertawa kecil.
"Semua pintar lagi," balas Alana.
"Pintar sih, tapi belum tentu sepintar lo," ujar Ara.
"Belajar bareng yuk!" usul Lisya.
"Boleh tuh, ajak aja yang lain," pinta Alana setuju.
"Rumah siapa?" tanya Alana.
"Rumah nya Arsen aja," jawab Lisya.
"Kenapa nih sebut-sebut nama gue?" tanya Arsen tiba-tiba muncul.
"Ini lho, kita mau belajar bareng di rumah kamu, boleh gak?" ujar Alana.
"Oh, boleh dong, sekalian kamu ketemu sama calon mertua," balas Arsen membuat Alana malu.
"Ehem, ada yang malu-malu kucing," sindir Ara dari belakang.
"Biasa aja," jawab Alana berusaha menutupi.
"Al, aku balik ke sana dulu ya," pinta Arsen.
"Iya," jawab Alana mengangguk.
*
Kring ... kring ... kring ...
Alana sedang teliti mencari buku di perpustakaan, ia tidak ditemani Arsen ataupun sahabatnya.
"Hai," Alana menoleh mendapati Arsen yang tengah tersenyum kepadanya.
"Hai," jawab Alana tersenyum.
"Cari apa sih?" tanya Arsen heran.
"Kalo di perpustakaan cari apalagi coba," jawab Alana.
"Bisa aja cari aku," ucap Arsen sembari melipat kedua tangannya di depan dada.
"Tapi, kamu gak usah cari aku kok, kan aku nya udah ada di hati kamu," lanjut Arsen.
Alana yang mendengar itu tertawa kecil, ia sudah kebal dengan beribu-ribu gombalan dari Arsen.
"Udah ya, aku cari buku dulu, kan nanti belajar bareng di rumah kamu," ujar Alana.
"Aku tuh punya buku banyak Al, kenapa gak bilang ke aku aja?" tanya Arsen heran kepada Alana yang lebih memilih meminjam di perpustakaan.
"Kamu pacar aku, dan tugas kamu menjaga dan mencintai aku, masalah sekolah itu urusan kita masing-masing," jawab Alana.
Punya pacar sederhana banget, batin Arsen tersenyum bangga.
"Aku seneng Al, kamu mencintai aku apa adanya, bukan karena harta aku," Alana tersenyum.
"Kalo aku cinta harta kamu, dia emang cinta sama aku? Tapi, kalo aku cinta ke kamu kan jadi terbalas," ujar Alana.
Arsen tersenyum penuh arti, ia ikut membantu Alana mencari buku yang hendak Alana cari.
*
Sekarang Arsen dkk dan Alana dkk telah berkumpul di rumah Arsen.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad-Boy (Complete)
Novela JuvenilBad-boy? bagi banyak orang dia seseorang yang tampan, playboy, dan tak terlalu pintar tentunya. Namun, bagi Arsen cowok pindahan dari Amerika ini sudah banyak dikenal orang. Tak hanya tampan dia juga dikenal akan kepintarannya. Cupu? orang beranggap...
