Vote dulu ya gaes.
Happy reading
Aksa memarkirkan motornya dengan tergesa gesa, setelahnya berlari cepat masuk ke dalam rumah sakit.
Aksa tidak menghiraukan orang orang yang menatapnya heran, tujuannya hanya satu yaitu ke kamar inap Shea.
Tanpa mengetuk cowok ber sweater hijau army itu masuk ke dalam ruangan, disana sudah ada teman tamannya, serta shea.
Gadis berambut sebahu itu tersenyum saat Aksa sudah sampai, tanpa peringatan Aksa merengkuh tubuh lemah milik Shea, lelaki itu terlihat khawatir.
"Gue ngak kenapa napa, Aksa, santai.", ujar gadis itu menenangkan.
Aksa melepaskan pelukannya, "Lo kenapa bisa bisanya sampe lupa minum obat sih, kan gue sering bilang jangan lupa minum obat..", ujarnya beruntun.
Shea meringis kecil, "Iya maaf, terkadang gue khilaf, ngerti kan.. ", ujar Shea sambil menatap Aksa.
Lelaki itu hanya menghela nafas, Aksa berjalan menuju sofa mengusir Felix yang tengah sibuk makan Apel.
"Kok gue yang lo usir.. ", ujar Felix tidak terima.
"Kok buah buat orang sakit lo yang makan.. ", balas Aksa santai, membuat Felix menelan apelnya dengan susah payah.
"Shea buburnya di makan yaa.. ", suara seorang wanita paruh baya muncul dari balik pintu, wanita itu membawa semangkuk bubur ayam dan air putih di atas nampan untuk putrinya.
Wanita itu mengelus rambut anaknya, setelahnya menempatkan makanan itu di paha Shea yang sedang duduk.
Mata ibunda Shea melihat sekitar lalu berhenti tepat di mana Aksa duduk santai sambil menatap Shea yang makan dengan lahap.
Dian berjalan cepat ke arah Aksa, lalu merengkuh tubuh cowok itu, "Tante kangen banget sama kamu.. ", ujarnya sambil memejamkan matanya menikmati pelukan hangat itu.
Aksa tersenyum tipis, sambil membalas pelukan Dian, ibu Shea.
Dian melepaskan pelukan mereka, wanita paruh baya itu mengenggam erat kedua lengan Aksa, menatap cowok itu dari atas ke bawah, "Kamu sudah tambah besar, makin ganteng, makin tinggi lagi.. ", ujarnya, yang kembali hanya di balas senyum tipis oleh Aksa.
Shea yang melihat ibunya yang lebih dekat dengat Aksa, tersenyum tipis, namun beberapa detik setelahnya, gadis itu mengeluarkan ekpresi cemburu yang di buat buatnya.
"Kalau Aksa yang datang di peluk, sayang mama kangen gitu, kalau anaknya sendiri ngak digituin, ngak adil.. ", kata Shea masih dengan raut dan nada suara yang di buat buat.
Dian yang mendengarkan ocehan anaknya, menatap anak gadisnya itu dengan kesal, "Shea kamu beruntung ya, karena sakit hari ini, kalau ngak mama udah panggang kamu ngerti... ", ujar Dian kesal dengan anak gadis satu satunya itu.
Shea terlihat bermuka masam setelahnya, Felix yang tadi membuang sampah kembali, lalu sedikit berlari ke arah Dian, memeluk wanita paruh baya itu, "Kangen kali, Felix sama Mama ni lah..", ujar Felix masih memeluk Dian erat.
Dian melepaskan pelukan Felix lalu menepuk lengan Felix kuat, "Kangen kangen, dari mana aja kamu..", ujar Dian beruntun.
"Mama kayak ngak tau Felix aja, cari pacar lah ma, bosen jomlo terus.. ", ujar lelaki itu sambil mengambil jeruk diatas nakas.
Dian kembali memukul lengan Felix, "Sakit maa.. ", ujar Felix pura pura kesakitan.
"Sakit, iya, itu untuk Shea kenapa kamu yang ngabisin.. ", ujar mama Shea kesal dengan tingkah Felix.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝗠𝘆 𝗗𝗲𝗺𝗼𝗻 𝗣𝗿𝗶𝗻𝗰𝗲♕︎✔︎|𝗥𝗲𝘃𝗶𝘀𝗶
Dla nastolatków[FINISH ] Proses Revisi [16+] Jika berkenan bisa follow saya sebelum membaca makasih.. ❝𝚈𝚘𝚞 𝚖𝚞𝚜𝚝 𝚝𝚘 𝚋𝚎 𝚖𝚢 𝚙𝚛𝚒𝚗𝚌𝚎𝚜𝚜 𝚗𝚘𝚠, 𝚝𝚘𝚖𝚘𝚛𝚛𝚘𝚠, 𝚊𝚗𝚍 𝚏𝚘𝚛𝚎𝚟𝚎𝚛❞ Namanya Aksara Matteo si laki laki kejam dan sangat serakah...
