Happy reading
Aksa memukul setirnya kuat, beberapa kali lelaki berparas tampan itu juga memukul kepalanya ke setir mobil, sekedar menghilangkan stessnya.
Sejak hubungannya berakhir dengan Mikaila di tambah di saat dia lepas kendali saat itu, Aksa terlihat tidak tau arah, menjadi sangat liar sering ke club minum minum, bahkan parahnya ketika dia mabuk berat dia sampai sampai making out dengan gadis yang entah dari mana seranjang dengannya dan tentu tanpa sehelai benangpun.
Aksa benar benar kacau, padahal dia tidak pernah sampai seperti itu ketika stess, ini cukup berlebihan walaupun itu bukan making out pertamanya, dia juga pernah melakulannya dulu saat Felix mengajaknya ke club dan Aksa mabuk berat karena di suguhi alkohol terus menerus.
Aksa keluar dari mobil menyalakan rokoknya, sambil menatap pemandangan pantai malam di depannya, sepi tidak ada orang.
Aksa benar benar kacau, matanya menghitam, tanganannya penuh dengan perban dan beberap jarinya yang di pasang plester. Begitupun dengan pipi dan batang hidung lelaki itu entah apa yang di lakukannya hingga hidungnya terluka.
Aksa ingin Kaila kembali, Aksa ingin melihat senyum manis gadis itu, pelukan hangatnya yang mampu membuat Aksa sadar akan kegilaannya, bibir manis gadis itu Aksa ingin sekali mengecupnya walaupun sesaat, Aksa ingin juga menghirup aroma manis buah milik Kaila, menghirupnya dalam dalam seolah olah Aksa akan lupa dengan wangi khas itu, Aksa rindu semua yang dimiliki Kaila, tapi Aksa cukup sadar, dia tidak akan pernah memeluk Kaila kembali jika dia seperti ini terus.
Aksa membuang puntung rokoknya dan menginjak asap apinya, kembali masuk ke dalam mobil berwarna hitamnya melajukan mobil itu keluar Area pantai, Aksa tidak tau akan kemana yang penting pikirannya bisa tenang.
Aksa melajukan mobilnya tak tentu Arah dengan kecepatan tinggi, membuat beberapa orang mengumpatinya karena hampir terjadi kecelakaan akibat tindakan bodoh Aksa, cowok itu tidak bereaksi sama sekali, Terlalu lelah hanya untuk memikirkan ocehan orang.
Aksa memberhentikan mobilnya di sebuah club malam, melempar kunci mobilnya kepada seorang pria yang bekerja memarkirkan mobil pengunjung.
Aksa melenggang masuk ke dalam club melewati penjaga yang tentunya sudah mengetahui siapa Aksa mereka tidak berani menanyai kartu identitasnya bahkan mengusirnya, bisa bisa di temukan tak bernyawa lagi jika itu benar benar mereka lakukan.
Suara bisik mulai menguar di pendengarannya, suara dj, dan beberapa pengunjuk yang menari heboh menikmati alunan musik, sambil mengangkat minuman mereka.
Aksa sekarang lebih memelih duduk di betender memesan satu gelas Whisky untu meredakan stessnya.
Entah sampai kapan Aksa akan seperti ini, yang pasti ketika Kaila bertingkah menjauhinya Aksa tidak akan pernah berhenti melakukannya..
.
.
.
"Bagaimana??...", tanya Jihan menatap anak semata wayangnya itu penuh harap, sedangkan Kaila sibuk dengan pikirannya.
Jihan menghela nafas, "Mama ngak akan maksa kamu sayang, tapi mama harap kamu pikir kan ini baik baik, Mama cuman ngak mau kamu sendirian lagi disini..", sambung Jihan. Wanita paruh baya itu menawarkan pada anaknya agar berkuliah di Inggris mengingat betapa sibuk papanya, dan terkadang mamanya harus ikut dengan papanya, yang membuat Kaila mau tidak mau ditinggal sendiri seperti beberapa waktu lalu, tapi kalau Kaila di Inggris dia tidak akan sendiri karena ada sepupunya disana, walaupun sebenarnya Kaila juga punya rumah sendiri disana, mamanya tidak ingin putri satu satunya itu ditinggal sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝗠𝘆 𝗗𝗲𝗺𝗼𝗻 𝗣𝗿𝗶𝗻𝗰𝗲♕︎✔︎|𝗥𝗲𝘃𝗶𝘀𝗶
Ficção Adolescente[FINISH ] Proses Revisi [16+] Jika berkenan bisa follow saya sebelum membaca makasih.. ❝𝚈𝚘𝚞 𝚖𝚞𝚜𝚝 𝚝𝚘 𝚋𝚎 𝚖𝚢 𝚙𝚛𝚒𝚗𝚌𝚎𝚜𝚜 𝚗𝚘𝚠, 𝚝𝚘𝚖𝚘𝚛𝚛𝚘𝚠, 𝚊𝚗𝚍 𝚏𝚘𝚛𝚎𝚟𝚎𝚛❞ Namanya Aksara Matteo si laki laki kejam dan sangat serakah...
