"Kamu membuatku hanya memiliki satu pilihan. Melepaskan kamu, itu yang bisa aku lakukan." - Nadia Humaira
Nadia Humaira adalah perempuan yang terobsesi dengan penyempurnaan diri. Dia tidak mempercayai cinta walaupun umurnya sudah siap untuk menikah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Kamu membuatku hanya memiliki satu pilihan. Melepaskan kamu. Itu yang bisa aku lakukan.”
***
“Kapal Pesiar The Golden yang mengalami lost contact semenjak empat hari lalu akhirnya telah ditemukan. Kapal pesiar yang mengangkut 205 penumpang dan 30 ABK itu karam di laut tengah dalam perjalanan pulang dari Mesir menuju Indonesia.”
Salah satu satu channel televisi menayangkan berita yang membuat Rahma menangis hebat lagi. Dia tertunduk, menggelengkan kepalanya keras.
“Nggak mungkin! Nggak mungkin ini terjadi,” sangkal Rahma, dia menangkup kedua tangan berdoa.
“Berikut adalah daftar nama penumpang berserta ABK yang menjadi korban tenggelamnya Kapal Pesiar The Golden.”
Dan daftar nama para korban karamnya kapal pesiar The Golden tertera di layar televisi. Husein mendekati televisi.
“Benar.” Husein berucap dengan lirih. Dia menatap kembali kepada Rahma yang menangis lagi. “Nama Dodit Dirgantara ada di salah satu daftar korban. Dodit.” Dia kemudian beralih menatap Raja yang duduk di samping tempat tidur Nadia. “Dodit dipastikan telah...” Dan dia tidak sanggup menyelesaikan perkataannya.
“Apa ini perpisahan yang dia maksud?” Rahma memberang. “Aku sama sekali nggak bisa terima ini! Beraninya Dodit memperlakukan kita seperti ini.”
Rahma mengeluarkan ponsel dan mencoba menelpon Dodit lagi. Entah itu usahanya yang keberapa kali, mungkin sudah ratusan kali, semenjak dia mendengar kabar duka di kantor HNR Advertising hingga sekarang yaitu saat mereka berada di rumah sakit.
“Sayang sudah.” Husien mendekati Rahma dan menarik tangannya. Dia mencoba menghentikan isterinya. “Nggak ada gunanya.”
“LEPAS!” hardik Rahma marah bercampur dengan air mata. “Aku akan menghajar Dodit karena sudah membuat kita khawatir, dia pasti ada di rumah sekarang, mengerjai kita! Bercanda seperti biasa.” Perempuan itu tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang seminggu lalu mengirimkannya video, menunjukkan senyum bahagia berada di sungai Nil sekarang harus menghilang dari dunia. Bahwa lelaki yang sudah dia anggap seperti adik sendiri telah tiada.
“Apa jasadnya nggak bisa ditemukan?” Raja berkata kemudian, dengan suara lemah. Sedangkan mata tidak beralih dari Nadia. Pada perempuan yang terbaring di tempat tidur sedang jarum infuse melekat kejam di punggung tangannya. “Apa mereka nggak bisa membawa pulang Dodit?”
Tidak perlu Husein yang menjawab, News Anchor melanjutkan berbagi informasi tentang tenggelamnya Kapal Pesiar The Golden di Laut Tengah.