E I G H T 🍃

2.3K 145 11
                                        



Nikmati setiap saat yang datang dari hari ini. Karna hari yang kau sia-siakan hari ini adalah hari esok yang sangat diinginkan seseorang yang wafat kemarin.



Bella menyandarkan tubuhnya pada dinding berwarna putih dan seketika membalikkan tubuhnya menatap jendela yang menampilkan Delvin yang kini sedang tertawa dengan teman-temannya. Bella meremas kotak berwarna abu-abu yang sudah ia siapkan sejak tadi pagi untuk diberikan pada Delvin. Bella tersentak kaget ketika seseorang menepuk bahunya dan membuat Bella menatap siswi yang mungkin sekelas dengan Delvin.

"Mau cari siapa?" Tanyanya dengan senyum ramah.

Bella terdiam sebentar lalu menjawab dengan pasti, "Ka Delvin."

"Oh Delvin, dia ada didalam masuk aja. Duluan ya."

Bella menganggukan kepalanya menanggapi ucapan gadis yang sudah berlalu bersama dengan teman-temannya sambil tertawa. Bella menatap pintu coklat yang terbuka lalu melangkah kakinya mendekati Delvin dengan kotak abu-abu yang masih disembunyikannya dibelakangnya.

Bella berhenti disisi Delvin yang langsung menghentikan tawanya dan teman-temannya yang kini ikut menatapnya.

"Gak masuk ke kelas?" Tanya Delvin sambil mengadahkan kepalanya menatap Bella yang lebih tinggi dibandingkan dirinya saat ini.

Bella tidak menjawab pertanyaan Delvin langsung menyerahkan kotak diatas meja Delvin yang memang sudah ia persiapkan untuk Delvin.

Bella menundukkan kepalanya karna saat ini dirinya menjadi perhatian bahkan oleh teman-teman Delvin yang kini menggoda dirinya, kalau tahu seperti ini Bella tidak akan mau menyerahkannya dikelas Delvin. Tapi jika ia tidak menyerahkannya Delvin akan terus mendiamkannya seperti semalam dan tadi pagi.

"Hadiah yang Ka Delvin minta," Jelas Bella dengan cepat agar dirinya tidak lagi menjadi pusat perhatian.

Delvin mengambil kotak sedang berwarna abu-abu yang baru saja diberikan Bella dengan senyum lalu berdiri dihadapkan Bella yang kini juga menatapnya.

"Padahal bercanda," Ucapan Delvin membuat Bella merebut kembali kotak kado dari tangan Delvin dengan kasar.

"Nyebelin tau gak?! Bercanda? Apa yang bercanda dari semalem aku tanya gak dijawab tadi pagi juga," Ucap Bella sambil menatap Delvin dengan tajam.

Delvin tertawa mengabaikan tatapan tajam Bella yang seakan bisa saja membunuhnya saat ini juga. Akan tetapi berbeda dimata Delvin, saat ini Bella terlihat menggemaskan dengan wajahnya yang memerah karna emosi. Delvin mencubit gemas kedua pipi Bella hingga membuat Bella menepis kasar tangannya dan semakin menatapnya dengan tajam.

"Kamu aja yang baperan. Aku minta maaf ya? Hari ini aku traktir makan gimana? Atau malam ini kita harus pergi bertiga ke pasar malam? Adelio sama aku mau kesana nanti malam," Ucap Delvin sambil menatap Bella dengan senyum seakan-akan semuanya baik-baik saja.

Bella menatap Delvin menyelidik dan menghela nafas lalu mengarahkan tangannya yang hanya jari telunjuk dan tengah diangkat dihadapkan Delvin, "Dua-duanya?"

Kini terbalik Delvin yang menatap menyelidik pada Bella dan bertanya dengan tidak percaya, "Mau buat bangkrut aku?"

Bella menganggukkan kepalanya lalu sedetik kemudian menggelengkan kepalanya. Delvin semakin menatap Bella dengan waspada, gadis didepannya ini tidak akan membuat dirinya bangkrut dalam sehari kan? Delvin merangkul Bella mengabaikan tatapan seluruh kelasnya yang tertuju pada mereka.

"Salah satu gimana?" Tanya Delvin masih mencoba untuk bernegosiasi pada Bella.

Bella menggelengkan kepalanya dan melepaskan rangkulan Delvin lalu melemparkan hadiah yang sudah ia dipadamkan untuk Delvin.

MY BROTHER [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang