F I V E🍃

2.7K 192 7
                                        



Saat ini aku bahagia karna memiliki seseorang yang berada disampingku.



Bella menggigit kukunya tanpa sadar hingga berdarah karna kepanikan yang kini melanda dirinya, Bella hanya berdiam diri sambil menatap pintu berwarna coklat yang ada didepannya berharap terbuka oleh seseorang. Bella menghela nafas dan mengedarkan pandangannya menatap kesekeliling gudang yang sayangnya tidak ada apapun selain bangku dan meja usang serta kardus-kardus yang menggunung tepat menutupi jendela dan menghilangkan cahaya masuk, membuat gudang terlihat begitu gelap karna tidak adanya cahaya yang masuk.

Bella mendudukkan dirinya diatas lantai yang dingin dan dipenuhi dengan debu dan menyenderkan punggungnya pada tembok yang entah berwarna apa, Bella tidak bisa melihat dengan jelas semua yang ada didalam gudang karna minimnya cahaya.

Bella menyesal karna dengan mudahnya percaya pada gadis yang tidak tahu siapa memintanya mengambilkan bangku digudang yang bahkan hampir sebagainya bangkunya sudah tidak layak pakai, Bella tidak tahu jika ia akhirnya berakhir digudang dengan pintu yang terkunci rapat. Bella sudah lelah berteriak meminta tolong pada siapapun untuk membukakan pintu yang terkunci, karna pada akhirnya hanya orang yang tidak ada kerjaan ke gudang belakang yang hanya berisi barang-barang yang sudah rusak.

Bella sadar kalau ia hanya berdiam diri dan berharap bahwa ada seseorang yang menolongnya maka semua itu adalah sia-sia saja. Bella menepuk roknya yang terdapat debu dan berjalan kearah kardus-kardus yang menjulang tinggi. Bella menarik meja dan menghentikannya tepat didepan kardus yang menjulang tinggi dan menaikinya, Bella harus berusaha karna ia tidak ingin terus berada disini hingga ada seseorang yang kesini.

Bella menurunkan satu persatu kardus dari yang paling atas dan ternyata kardusnya benar-benar berat karna terdapat banyak kertas didalamnya yang mungkin sudah lama dipakai. Bella mengusap keringat yang berada di pelipisnya, sejujurnya Bella lelah padahal baru beberapa kardus yang ia turunkan karna Bella harus berkali-kali naik turun meja hanya untuk meletakan kardus agar tidak menghalangi jendela.

Bella menghela nafas antara lega dan juga kecewa ketika akhirnya selesai membuat kardus yang menutupi jendela menyingkir akan tetapi Bella juga kecewa karna jendela yang kini dilihatnya tidak sesuai apa yang dibayangkannya, jendelanya begitu kecil dan mungkin ia tidak bisa menggunakan jendela sebagai jalan satu-satunya untuk keluar.

Bella turun diatas meja dan berjalan kearah pintu gudang lalu duduk disampingnya sambil mengetuk-ngetuk pelan pintu coklat yang ada disampingnya. Bella menghentikan ketukannya dan kembali menenggelamkan wajahnya pada lipatan tangan yang berada diatas lututnya, Bella pasrah entah sampai kapan ia akan keluar dari gudang ini.

"Kalau teriak lewat jendela kedengaran gak ya?" Gumam Bella pelan sambil menatap jendela yang memancarkan cahaya satu-satunya digudang.

Bella kembali menyedekahkan kearah jendela dan mengeluarkan kepalanya, angin dari pohon yang ada disamping jendela membuat Bella memperhatikan jarak pohon dan juga jendela kecil yang hanya muat setengah badannya saja.

Bella menggoyang-goyangkan dahan pohon yang cukup besar dengan sekuat tenaga. Bella harus memeriksa apalah dahan yang ada didepannya ini cukup kuat untuk menopang berat badannya, karna mau bagaimanapun Bella juga tidak ingin mati konyol dengan berita utama di televisi 'Seorang Siswi SMA Gemilang bunuh diri dengan cara melompat dari gudang lantai dua'.

"Kalau mau bunuh diri lebih baik dari roftoop lantai lima aja sekalian dari pada gudang lantai dua. Karna kalau dilantai dua gak ada luka serius nanti yang bikin Lo mati."

Bella melepaskan pegangnya pada dahan pohon dan memutar badannya, Bella menatap orang yang paling dikenalnya berdiri disana dengan kedua tangan yang ada didada sambil menatapnya dengan remeh. Bella menghela nafas mencoba menahan emosi yang entah mengapa ada diujung tanduk karna perkataan Adelio barusan.

MY BROTHER [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang