Acie cover baru ▼・ᴥ・▼ gimana suka kemarin atau sekarang?
•
•
•
Jika saja manusia memiliki kekuatan ajaib, maka dunia ini akan menjadi lebih mudah.
•
•
•
Bella menatap takut permainan yang berada dihadapannya saat ini, tornado. Bella meremas ujung roknya dengan gugup, Bella sebenarnya terpaksa untuk ikut menaiki permainan ini karna Lola dan Fina yang menyeretnya dengan paksa serta tatapan meremehkan Adelio yang membuatnya emosi dan langsung mengiyakan tawaran Lola dan Fina. Dan kini Bella menyesal, sangat menyesali keputusannya. Memang benar penyesalan minggu dibelakang bukan didepan.
Saat setelah sesi sebelumnya berakhir kini gerbang kembali dibuka dan mempersilahkan antrean yang menunggu giliran, namun berbeda dengan Bella yang tiba-tiba berhenti didepan pembatas gebang. Bella rasanya nyalinya benar-benar tidak kuat untuk memainkan permainan ini, akan tetapi ia juga sedikit emosi dengan tatapan meremehkan Adelio.
"Arrabella Starrie!" Suara Lola membuat Bella memerjapkan matanya dan segera berjalan kearah teman-temannya yang menatapnya heran dan juga teriakan protes dari belakangnya membuat Bella harus buru-buru menghampiri mereka.
"Lo gak papa kan?" Tanya Fina. Dirinya merasa tidak enak dengan Bella karna mengajaknya tadi, sebenarnya bukan termasuk kategori mengajak sih tetapi lebih ke dalam kategori memaksa.
Bella menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan nada pelan, "Gak papa."
Bella duduk tepat berada ditengah-tengah Delvin dan juga Adelio sedangkan teman-temannya berada dibalik punggungnya. Bella memegang pengaman dengan begitu erat dan berdoa dalam hati bahwa ia akan bisa selamat saat turun nanti, berlebihan memang akan tetapi Bella tahu dirinya bukanlah gadis pemberani dan gadis yang lemah dirinya merasa tidak diantara keduanya. Entahlah memang pemikiran Bella cukup membingungkan.
Teriakan demi teriakan yang benar-benar membuat telinga Bella sakit mendengarnya, terlebih kini jantungnya terus berpacu dengan cepat. Bukan, bukan karna jatuh cinta akan tetapi adrenalin nya sekarang benar-benar berada dititik tertinggi! Bella tidak tahan sungguh! Bella hanya bisa memejamkan matanya dan membiarkan angin kencang menerpa wajahnya hingga menerbangkan rambut hitamnya yang ia gerai. Bella benar-benar tidak perduli jika nanti dirinya terlihat seperti orang gila. Benar-benar tidak perduli!
Bella mendudukkan dirinya diatas konblok tidak perduli jika celana jeans yang dipakainya kotor terkena debu, saat ini rasanya dunia seakan berputar-putar terlebih lagi kini perutnya yang ikut bergejolak.
"Bella kamu gak papa?"
"Bella Lo gak papa?"
"Butuh ke ruang kesehatan gak?"
Bella mengabaikan pertanyaan yang diberikan teman dan juga kakaknya, saat ini dirinya hanya membutuhkan istirahat sedikit untuk mengurangi rasa pening yang dideranya. Bella menghembuskan nafas kasar lalu berdiri yang langsung dengan sigap Delvin menopang tubuhnya. Bella bersumpah tidak akan pernah lagi menaiki wahana tersebut, karna rasanya ia diputar-putar begitu kuat hingga membuatnya mabuk. Bahkan rasanya permainan itu lebih memabukkan dibandingkan dengan alkohol.
Delvin mendudukkan Bella di bangku bercat coklat. Delvin menerima botol mineral yang baru saja dibelikan Adelio dan membukanya lalu memberikannya pada Bella. Delvin berjongkok didepan Bella dan menggenggam tangan kiri Bella yang sedikit gemetar, apakah Bella benar-benar sebegitu takutnya? Delvin benar-benar merasa bersalah karna tidak terlalu perhatian pada Bella, padahal Galen menyuruhnya untuk menjaga Bella tapi dirinya sudah gagal.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BROTHER [END]
Teen Fiction🍃[ SELESAI BELUM DI REVISI!!!] Arrabella tidak pernah mengharapkan memiliki seorang yang melindunginya dan selalu ada untuknya di saat ia butuhkan, selain Mamanya yang selalu sibuk. 15 tahun hidupnya selalu diwarnai dengan putih diatas kertas...
![MY BROTHER [END]](https://img.wattpad.com/cover/227689712-64-k558832.jpg)