Sebelum baca MB kalian harus baca AN dulu ya!
AN [Seperti yang kalian tau akhir-akhir ini aku up date 3 hari setelah terkahir up! So untuk kedepannya kayanya seminggu sekali, bukan karna apa tapi karna masalah aku belajarnya ribet sekarang :( Kemarin aja seharian cuma buat log in di web sekolahnya, terlebih lagi baru kemarin log in eh ada 12 pelajaran menunggu tugas untuk hari Jumat dikumpulkan dan itu BANYAK!!! Jadi mohon maaf jika terlambat untuk up MB] note tugasnya tuh bikin tangan pegel. Udah nayatet materi, terus ngerangkum, terus lagi kerjain tugas lagi :( pusing lah.
•
•
•
Sekecil apapun perhatian yang diberikan, itu tetaplah sebuah perhatian. Dan itu membuatku menyadari bahwa ada seseorang yang menyayangiku dengan perhatian kecil yang diberikannya.
•
•
•
"Kenapa juga harus kita?! Lo juga kenapa mau aja ganti jadwal sama Bima! Sekarang jadi kita yang harus bersihin ruang musik!"
Bella menggelengkan kepalanya mendengar protesan Bianca yang terus menerus sedari tadi, apakah gadis itu tidak capek mengeluarkan tenaganya dari mulut? Bella memilih mengabaikan dan kembali menyapu kelas musik yang baru saja mereka pakai.
Sebenarnya hari ini memang bukan jadwal Bella ataupun Bianca berbeda dengan tiga orang lainnya yang juga sama membersihkan kelas musik, tadi Bima- sang ketua kelas dan juga Reina- wakil ketua kelas dipanggil oleh guru dan mereka yang harusnya saat ini mengerjakan jadwal piket mereka, jadi keduanya meminta teman sekelas untuk menukar jadwal piket dengan hari yang belum piket sebelumnya. Dan dengan kebesaran hati Bella ia tidak tega melihat Bima yang bingung akan tanggung jawabnya sebagai ketua kelas dan juga jadwal piket jadi Bella menawarkan untuk menggantikan hari piket nya, dan tentu saja Bianca juga ikut-ikutan untuk menjadi partisipasi dalam kebesaran hati seorang Arrabella Starrie.
Bella membuang air kotor bekas mengepel lantai kedalam kamar mandi dan menaruh lap pel dan juga ember yang baru selesai digunakan didalam lemari peralatan kebersihan. Tugas membersihkan ruang musik kini telah selesai dan masih ada waktu lima menit sebelum bel pelajaran selanjutnya akan dimulai. Bella berjalan kearah wastafel lalu menyalakan kran dan mencuci tangannya hingga bersih dengan sabun cair yang sudah disiapkan lalu mematikannya dan mengeringkan tangannya dengan hand dryer, Bella menatap dirinya di pantulan cermin yang begitu berantakan seakan baru saja diterjang badai angin topan. Benar-benar kacau dengan rambut yang kunciran nya sudah tidak terlalu kuat dan membuat helaian rambutnya keluar, wajahnya yang dipenuhi dengan keringat dan jangan lupa kan seragam putih yang dipakainya telah keluar dan juga almamater berwarna royal blue yang sudah tidak terkancing. Benar-benar seperti orang yang terkena badai.
"Malah ngaca disini Gue hampir mati nyari Lo!" Teriakan Bianca membuat lamunan Bella buyar dan menatap kearah Bianca yang kini juga sama berantakan sepertinya.
"Kenapa?" Sejujurnya Bella bingung kenapa Bianca begitu panik mencarinya.
"Kenapa?! Waktu jeda pelajaran udah mau abis! Lo tau pelajaran apa selanjutnya? Fisika! Bu Sarah bisa kasih pencerahan kalau sampai ada murid yang telat! Pencerahan!" Ucap Bianca dengan menggebu-gebu dalam satu tarikan nafas. Tentunya siapapun mengerti apa maksud dari pencerahan yang ditekankan Bianca. Apalagi kalau bukan omelan dengan panjang lebar.
Ah Bella mengerti kenapa Bianca penampilannya bisa sama berantakan sepertinya padahal tugasnya tadi hanya menyapu saja sedangkan dirinya menyapu dan mengepel lantai akan tetapi penampilan Bianca yang begitu berantakan sudah dipastikan berlarian mencarinya. Bella menghala nafas lelah dan merapikan penampilannya secepat mungkin, ini lah yang Bella benci dari hari Selasa dan juga Kamis di SMA Gemilang yang memiliki seragam wajib tersendiri di kedua hari tersebut- kemeja putih yang dilapisi dengan almamater berwarna royal blue dengan kerah berbentuk nocht lapel dan di bagian kirinya terdapat pin logo SMA Gemilang yang terbuat dari bahan logam kuningan dan terdapat enam kancing lalu dipadukan dengan rok yang berwarna sama dengan dua garis putih dibawahnya. Merepotkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BROTHER [END]
Jugendliteratur🍃[ SELESAI BELUM DI REVISI!!!] Arrabella tidak pernah mengharapkan memiliki seorang yang melindunginya dan selalu ada untuknya di saat ia butuhkan, selain Mamanya yang selalu sibuk. 15 tahun hidupnya selalu diwarnai dengan putih diatas kertas...
![MY BROTHER [END]](https://img.wattpad.com/cover/227689712-64-k558832.jpg)