S I X 🍃

2.6K 171 12
                                        

Terimakasih telah membaca, saya harap kalian bisa mengoreksi jika ada kesalahan dan typo yang tidak disengaja. Karna saya editnya menggunakan handphone.



Saat ini kamu menggenggam tanganku dengan erat, sangat erat. Dan mengatakan semuanya akan baik-baik dan aku percaya itu.



"Kamu yakin gak perlu ke dokter? Kamu beneran mau sekolah? Bagaimana kalau kita hanya cek apakah itu bisa berbahaya atau enggak buat kamu ke depannya?" Tanya Galen yang begitu terlihat sangat khawatir sambil memperhatikan kaki kanan Bella.

    Bella menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dan menjawab pertanyaan Galen, "Aku rasa itu gak perlu Pa, lagipula hari ini cuma ada pertandingan persahabatan dari berbagai sekolah kan? Dan Bella harus dateng karna asal Papa tau kali ini mantan—"

"Kamu pernah punya pacar sayang?" Tanya Nara yang memotong ucapan Bella.

"Pacar?" Bella bergumam pelan dan seketika dirinya menatap Nara yang juga menatapnya dengan pandangan bertanya. "Bukan, maksud aku mantan sekolah dan sekolah yang sekarang," Jawab Bella cepat karna tidak ingin Mamanya malah salah paham kearah lain.

   Galen tertawa melihat Nara yang hanya terdiam sambil menatap anaknya dengan pandangan tidak percaya, apakah sekolah juga bisa jadi mantan?

   Galen mengusap lembut surai hitam Bella yang dikuncir kuda sambil berkata dengan nada khawatirnya, "Nanti jangan terlalu banyak gerak ya? Kalau bisa selalu didekat kedua Kakak kamu, ngerti? Kita berangkat?"

    Bella menggukan kepalanya dan mengikuti Galen yang lebih dahulu keluar setelah berpamitan pada Nara. Hari ini Bella memang berangkat bersama Galen karna yang lain sudah lebih dahulu pergi pagi-pagi untuk menyiapkan diri mereka untuk perbandingan nanti, meskipun pertandingan persahabatan bukankah semuanya ingin yang terbaik? Itulah manusia selalu ingin menjadi yang terbiak dan sempurna, tanpa semuanya sadari tidak ada satupun yang tidak egois didunia ini.

    Bella mematap jalan yang lebih sepi dibandingkan biasanya dari kaca jendela, apa karna mungkin sekarang sudah jam 7.45? Mungkin ya. Bella sudah tidak terlalu merasa canggung dengan Galen ataupun Kedua Kakaknya, setelah hampir satu bulan mereka tinggal bersama Bella menjadi lebih terbiasa. Dan Bella tidak tahu apakah ini semua akan tetap seperti ini? Bella sudah mulai terbiasa dengan tiga orang yang memasuki kehidupannya, akan tapi Bella selalu menyimpan pernyataan yang sama. Bagaimana jika tiba-tiba diantara mereka menghilang? Atau bahkan sebaliknya?

"Sayang?" Panggilan dan usapan dipuncak kepala membuat Bella menatap Galen.

"Ada masalah?" Tanya Galen.

   Bella menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dan menatap keluar kaca mobil yang ternyata mereka sudah sampai. Bella pamit pada Galen dan segera masuk kedalam ketika mobil hitam milik Galen sudah berjalan meninggalkan sekolahnya.

     Bella menaruh tasnya diatas meja dan mematap keluar jendela yang menampilkan sekumpulan orang yang melalukan pemanasan dan juga ada beberapa suporter dari sekolah masing-masing, juga ada stand makanan yang digelar masing-masing kelas termasuk kelasnya.

    Voli. Permainan pertama yang dimainkan untuk pertandingan persahabatan adalah Voli dan Bella bisa melihat Delvin berada dibagikan depan tepat ditengah sebagai tosser yang terlihat begitu sempurna dengan Jersey berwarna hitam yang menampilkan otot lengannya dan juga elbowpad berwarna hitam yang dipasang di sikunya lalu kneepad yang dipasang di kedua lututnya.

   Bella meringis merasakan kakinya yang berdenyut karna tidak sengaja menyenggol kaki besi mejanya, Bella menatap empat orang yang mengelilingi mejanya yang membuatnya kaget hingga kakinya terbentur kaki meja. Bukankah diantar keduanya yang menyuruh Bella untuk mengambilkan kursi digudang kemarin?

MY BROTHER [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang