Help once again?

4.3K 598 18
                                        

Happy reading, maaf typo

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Ckit!!!

Gadis itu menarik kuat remnya hingga membuat jennie memeluknya tambah erat

Gadis pirang itu menghela nafas lega karena ternyata kedua pria itu tak mengejar mereka

Ia menunduk menatap jennie yang masih memeluk pinggangnya erat sambil menutup matanya rapat rapat

Ia terkekeh dan menepuk pelan kepala jennie

"Miss?"

Jennie langsung mendongak menatap gadis pirang itu. Gadis itu terkekeh kecil melihat wajah jennie yang terlihat konyol

"we are safe now "

"Nde?"

"Akh i mean- kita sudah aman sekarang" ucapnya mengganti kata katanya dengan bahasa korea

Jennie yang sedikit kebingungan akhirnya tersadar, ia langsung melepaskan pelukannya dari gadis pirang itu dan berdiri

Jennie mengulum bibirnya dan mengusap tengkuknya

Jennie merasa malu dengan apa yang ia lakukan, harusnya ia berpegangan pada stang tapi kenapa ia memeluk gadis pirang itu yang bahkan tak ia kenal sama sekali

"Tidak, tidak apa apa, nona. Aku tau kau tadi ketakutan"ucapnya seakan mengerti apa yang jennie pikirkan

Jennie tersenyun kikuk lalu sedikit membungkuk, "j-joesonghamnida" ucap jennie lalu ia tersadar jika sendari tadi ia berbicara dengan bahasa negaranya

"Eh! Kau orang korea?" tanya jennie sambil menunjuk gadis itu tapi tak lama ia menarik tangannnya kembali merasa tak sopan menunjuk orang yang tak ia kenal. S a m a s e k a l i

Gadis itu terkekeh pelan lalu mengangguk, "orang tuaku berasal dari korea tapi kami telah tinggal disini saat aku kecil"jelasnya dan jennie mengangguk mengerti

Jennie tersenyum dan membungkuk kembali, "terima kasih karena kau, kamera pemberian kakekku tidak jadi di ambil"ucap jennie dengan tulus

Gadis berambut pirang itu mengangguk, "lain kali hati hati, nona. Ini negara asing untukmu karena kejahatan di kota kota seperti ini tidaklah sedikit"katanya dan jennie kembali mengangguk paham

"Mm aku kim jennie?" dengan segala keberanian yang terkumpul jennie mengulurkan tangannya mengajak gadis pirang itu berkenalan

Gadis itu menatap tangan milik jennie lalu menatap sang pemilik tangan

"Roseanne park" balasnya sambil membalas uluran tangan jennie

"Sekali lagi terima kasih, rosie-ssi"

"Ne je-nde?" rose baru saja ingin menjawab rasa terima kasih jennie tapi ada yang menjanggal saat jennie memanggil namanya

"Rosie?"

Jennie menelan salivanya dan sedikit gelagapan, "m-maksudku rose! Terima kasih rose"

Rose kembali terkekeh pelan, jennie sangat lucu menurutnya.

"Kau tinggal di mana, jennie-ssi?" tanya rose sekedar menghilangkan rasa canggung antara mereka

Bukan bukan, bukan mereka. Tapi hanya jennie saja karena keadaan gadis itu tak baik baik saja

Jantungnya kembali berdetak dengan cepat melihat tawa yang keluar dari mulut rose walaupun itu hanya tawa kecil

"A-aku disini sedang liburan. Jadi aku tak terlalu tau kota ini" jawab jennie dengan kaku

Love In Melbourne✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang