Remains The Same

3.2K 387 18
                                        

Happy reading, maaf typo

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Seulgi menghentikan mobil miliknya tepat di samping gerbang mashion keluarga park

Ia keluar dari mobil dan menatap pagar mewah besar nanti tinggi itu

Irene tadi mengirim pesan lagi menyuruh seulgi untuk tunggu di depan gerbang saja karena irene tidak mau jika seulgi masuk, seulgi akan di pukul oleh bodyguard orang tuanya

Zreg!

Gerbang itu terbuka setengah, memunculkan irene dengan koper putihnya dan wajah yang di tutupi oleh topi dan masker

Seulgi dengan cepat menghampiri irene dan meraih koper milik kekasihnya itu

Irene tersenyum di balik masker lalu menutup gerbang rumahnya kembali rapat rapat

"Kau tidak perlu menyembunyikannya, lagi pula aku sudah tau"

Mendengar perkataan seulgi, irene hanya bisa menghela nafas samar. Ia memutar tubuhnya untuk menghadap seulgi

"Ya kau memang tau tapi akan terlihat aneh jika orang lain melihatku di bandara nanti"

Seulgi memutar malas matanya dan menggelengkan kepalanya, "percuma pesawat jennie dan jiso kakaknya telah berangkat tadi. Kau terlambat"ucap seulgi membuat bahu irene turun

"Ais! Harusnya kau mengabariku kabar, kapan dia-"

"Ayo"

Tanpa ingin mendengar ocehan irene, seulgi menarik lembut tangan gadisnya

Menaruh koper putih milik irene di bagasi lalu membukakan pintu mobil untuk irene

"Kali ini tanpa adanya penolakan, kita akan benar benar pergi ke rumah sakit memeriksa lukamu" ucap seulgi sebelum menutup pintu mobil di samping irene

Irene tersentak. Heol, ada apa dengan kang seulgi itu?

Setelah seulgi memasuki mobil, ia langsung menjalankan mobilnya menuju rumah sakit di tempat ibunya bekerja

"Setelah selesai dari rumah sakit, kita akan pergi ke suatu tempat"

Irene menoleh dengan tatapan bingung, nada bicara seulgi tidak biasanya dingin seperti ini?

Biasanya jika nada bicara gadis itu dingin, ia mungkin tengah serius atau marah?

"Aku marah padamu!" Jawab seulgi seakan tau apa yang di pikiran irene

"Tapi-"

"Hanya sampai rumah sakit saja baru kita berbicara"potong seulgi membuat irene hanya pasrah dan terdiam memandang keluar jendela mobil

~~~

Ckrekk!

Dengan mendapatkan angel  view yang tepat, rose memotret langit biru yang cerah beserta awan yang bergumpal gumpalan

Sangat indah menurut rose. Rose menyukai langit dan awan, bahkan mungkin di kamera milik lisa ia lebih banyak memotret pemandangan langit dan awan

"Hoo~ kamera baru?"

Rose menoleh ke arah lisa yang menghampirinya dengan membawa dua cup sedang caffe americano di kedua tangan gadis itu

Love In Melbourne✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang