Reveal again

2.9K 422 45
                                        

Happy reading, maaf typo

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Jennie ingin kesal tapi dia tidak bisa

Manusia yang wajahnya hampir mirip dengan tupai ini terlalu lucu

Sudah 1 jam mereka hanya terlanda keheningan karena rose hanya sibuk memakan makanannya

Mengabaikan jennie yang hanya memandang dirinya dengan senyum

Pipi gembul milik rose terus saja bergerak karena mengunyah dan itu sangat menggemaskan untuk jennie

Ingin sekali jennie membuat suatu penghargaan dengan kategori

the funniest and most charming human being

Jennie akan menunjuk rose. Gadis yang menawan bahkan hanya sedang berdiri

Dan sebagai gadis lucu saat ia makan dan tertawa

"Kau mau?" Tanya rose membuat lamunan jennie terhenti

Ia mengerjap menatap rose yang menyodorkan ia makanan

Dengan senang hati, jennie mengangguk. Ia menerima suapan rose dan tersenyum pada gadis pirang itu

Rose yang melihat senyum jennie membalas senyum gadis berpipi mandu itu, "kiyowo" puji rose membuat jennie tersedak seketika

Oh tidak jennie kau baru saja di puji imut olehnya kenapa harus ada adegan seperti ini?

Dengan cepat rose menyerahkan segelas jus milik jennie dan langsung di terima oleh gadis itu

Rose terkekeh lalu menggeleng gelengkan kepalanya

Jennie merasa malu, Sungguh.

"Tidak perlu malu. Kau memang imut dan sangat cantik"ujar rose membuat pipi jennie untuk kesekian kalinya memerah

Damn it! Roseanne

"Apa luka lukamu sudah baik?" Tanya jennie mencoba mencari topik pembicaraan karena ia bosan

Rose lebih memilih sibuk dengan makanannya

Rose mendongak dan mengangguk, "jiso eonnie apa ia dokter? Ia mengobati luka lukaku dengan baik hingga cepat sembuh seperti ini" ucap rose membuat jennie mendadak kesal

Jennie merasa tak terima! Harusnya ia yang mengobati luka luka milik rose bukan jiso

Lalisa juga mencari kesempatan dalam kesempitan. sangat modus sekali! Kenapa saat itu ia tak menelpon jennie saja? Kenapa harus jiso yang bahkan mereka baru bertemu tempo hari yang lalu?

"Tidak, dia mantan petinju" jawab jennie ketus

Rose terdiam sejenak lalu ia tertawa kecil, "aku menyukai leluconmu"

"Tapi aku menyukai dirimu"batin jennie membalas

Terjadi kembali keheningan. Rose yang termenung karena baru saja menghabiskan 3 piring makanan miliknya

Sedangkan jennie yang tengah menatap keluar jendela besar di sampingnya

"Hn?" Jennie menyipitkan matanya saat melihat seorang pria bertubuh besar menggunakan pakaian formal menatap ke arah mereka berdua

"Rosie" rose menegakkan kepalanya menatap jennie yang memanggilnya

"Ada apa?" Tanya rose

"Apa kau sadar? Sepertinya dari tadi kita di awasi"jawab jennie tanpa mengalihkan pandangannya dari sesosok pria bertubuh besar itu

Love In Melbourne✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang