Doubtful Promise

2.6K 377 24
                                        

Happy reading, maaf typo

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Selamat malam,jennie"

Jennie tersenyum pada miyeon dan mengangguk lalu setelah itu mereka terpisah karena membawa mobil masing masing

Dengan kecepatan yang normal jennie membawa mobilnya menembus kota seoul

Sekedar berjalan jalan mencari angin dengan atap mobil yang terbuka

Dengan mata yang fokus menyetir bersamaan dengan pikiran yang hanya terisi oleh seorang roseanne

Jennie rindu. Sangat

Tadi beruntungnya ia bisa mengabaikan tentang itu sejenak karena sibuk bekerja

Tapi hanya sebentar karena bayang bayang rose tak akan pernah hilang dalam pikiran jennie

Jennie ingin sekali menelpon rose tapi ia menahannya

Ia mengerti bagaimana perintah rose untuk tak menghubunginya. Dan mungkin rose juga tidak memegang ponselnya sekarang

Roseanne takut jika nomornya terlacak, jennie tau itu. Tapi tidak mungkin jika kyungsoo ingin melacak dirinya kan?

Memikirkan itu semua membuat kepala jennie sedikit pening, gadis berpipi mandu itu menghentikan mobilnya saat lampu merah

Drt!! Drt!!

Jennie melirik ponselnya yang terlungkup itu berdering, ia hanya diam tak berniat mengangkat panggilan di ponselnya

Toh ia tahu jika yang menelpon adalah jisoo karena sendari tadi kakaknya itu menyuruhnya pulang

Panggilan tersebut mati tapi beberapa menit kemudian berbunyi kembali

Jennie melirik kembali dengan mendesah kesal, ia meraih earphonenya dan memasangnya di telinga kanan

Tut!

"Eonnie! Aku berada di perjalanan pulang sekarang, kau tidak-"

"Hai jennie, miss me? Roseanne?"

~~~

Ckit!!!

Tepat di depan restoran seulgi, sepeda milik rose berhenti

Restoran itu tampak berantakan karena sedang dalam renovasi ulang

Irene turun dari sepeda rose lalu di susul gadis jangkung itu

Rose memarkirkan sepedanya tepat di parkiran sepeda

"Ayo masuk"

"C-changkhaman" irene menahan lengan rose membuat adiknya itu menoleh

"Wae?" Tanya rose

Irene menelan salivanya pelan lalu mengeluarkan sesuatu di dalam saku celananya

Mengambil tangan kanan rose dan meletakkannya di sana

"Ponsel?"

Irene mengangguk dengan kaku, "niatku tadi ingin mengantar ponsel seulgi yang tertinggal di rumah dan sekalian melewati mansion tapi aku tak sengaja melihatmu tadi yang hampir saja di tampar oleh aboji" jelas irene dan menghela nafas samar

Love In Melbourne✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang