Selection

3K 368 38
                                        

Happy reading, maaf typo

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Aa~ rosie, andwe!!!" rose hanya mampu menghela nafas panjang saat jennie terus menarik tangan kirinya

Menahan gadis itu agar tak pergi bersama seungHon

Pagi ini, rose dengan setelan formalnya telah siap akan kembali ke masion

Inginnya pergi saat jennie masih tertidur tapi tanpa di sangka gadis itu hanya dengan kemeja merah kebesaran milik rose menahan gadis itu tepat di daun pintu rumah heejin sambil merengek

"Jen—"

"Aa~ andwe!!!" pekik jennie merengek menahan tangan kiri rose

"Andwe! Pokoknya kau tak boleh kembali ke rumah wanita sialan itu!!"

Seunghon berdehem pelan menahan tawanya saat jennie mrnyebut soomin wanita sialan

Rose beralih menoleh pada seungHon dengan mimik wajah memelas meminta pertolongan

SeungHon hanya tersenyum dan menggeleng mengartikan dirinya tak bisa berbuat apa apa

Rose menghela nafas lalu kembali menoleh pada jennie yang menatapnya dengan bibir cemberut

"Jennie hanya sebentar, aku akan—"

"No!! "

Rose membasahi bibir bawahnya melihat jennie yang masih bersisi keras menahannya

"Ya! Bagaimana jika wanita sialan itu menyakitimu!? Bagaimana jika dia membuatmu masuk rumah sakit lagi? Aku tak mau kau kenapa kenapa rosie" ucap jennie dengan mata yang telah berkaca kaca

Rose menelan salivanya pelan lalu beralih menatap seungHon, "tunggu sebentar"ujar rose dan seungHon mengangguk

Ckleek!

Rose masuk lalu menutup pintu rumah, kembali menghela nafas menatap jennie yang pipinya telah di banjiri air mata

Jennie hanya tak mau rose kenapa kenapa itu saja, jennie tak sanggup melihat rose terluka. Benar benar tak sanggup

"Cah, dengar" rose menangkup kedua pipi jennie lalu menghapus jejak air mata gadis itu

"Kau percaya padaku?" tanya rose dan jennie hanya sesegukan kecil tak menjawab

"Jennie, kau percaya padaku?"

"Aku tak bisa mempercayaimu" parau jennie

"Kenapa?"

"Kalau aku mempercayaimu, kau tak menjamin kau menepati janjimu agar tidak kenapa kenapa"

Rose terdiam hanya memandang lembut mata jennie lalu tersenyum tipis

"Aku akan kembali tanpa luka"

"Mustahil. Aku tau wanita sialan itu sangatlah jahat!"

"Jennie, ayo—"

"Rosie, aku mohon~" lirih jennie mencengkram bahu rose

Rose melepaskan tangannya di pipi jennie dan beralih memegang tangan jennie

"Jennie...aku telah berjanji akan mendapatkan milikku pada eommaku" ucap rose membuat jennie kembali menangis

Rose menarik jennie pelan lalu memeluk erat gadis itu

"Mian, jinjja mian"

~~~

"Apa kau yakin?"

Irene menoleh menatap seulgi yang dari tadi amat khawatir dengan keputusannya yang ingin pulang

Irene berjalan menghampiri seulgi lalu memeluk kekasihnya itu

"Aku akan baik baik saja"bisik irene dan seulgi hanya menghela nafas

Membalas pelukan irene dengan erat

"Jika terjadi sesuatu, tolong hubungi aku"ucap seulgi

Irene melepaskan pelukan mereka dan mengangguk, "aku akan menghubungimu jika sudah sampai"

Seulgi melempar senyum tipis pada irene dan menggenggam tangan gadis itu

Mendengar jika ada suara mobil yang berhenti di depan rumahnya, seulgi sudah yakin jika itu seungHon dan rose

"selamat pagi nona irene, nona seulgi"sapa seunghon

Irene dengan wajah angkuhnya mengangguk dan seulgi tersenyum dan juga mengangguk

"Selamat pagi, seunghon" balas seulgi pandangannya beralih pada rose yang bersandar pada pintu mobil

Rose melepaskan kaca mata hitamnya dan tersenyum pada seulgi

"Dimana jennie?" pertanyaan yang di lontarkan irene membuat rose menghela nafas untuk kesekian kalinya

"Bagaimana? Dia tidak tahukan jika kau—"

"Eonnie, dia memberikan aku dua pilihan" potong rose membuat irene mengerutkan dahinya bingung

"lalu? Apa?"

Rose menggeleng dengan pelan dan kembali berbicara, "dia bilang memilih dia atau surat tak penting itu"

"Buatlah pilihan, aku atau surat tak penting yang membuatmu terluka parah?"

Rose terdiam bisu mendengar ucapan jennie

Jennie mendorong pelan tubuh rose agar menjauh darinya

"Rosie, buatlah pilihan" mata jennie berkaca kaca dan memelas pada rose

Rose membasahi bibir bawahnya dan menunduk

"a-aku— hah~"

Tap!

Jennie menatap tak percaya rose saat gadis itu melangkah mundur

"Jennie, aku—"

"Keluar" dingin jennie membuat rose bergedik ngeri, gadis itu memberanikan dirinya untuk mendongak menatap jennie yang telah kembali di banjiri air mata

"J—"

"Keluar!! Pergi dari sini!!"

Blam!!

Rose hanya menatap nanar pintu rumah heejin yang di tutup kasar oleh jennie saat gadis itu telah mendorongnya keluar

"Rose-ah"

Rose menoleh pada seungHon yang menatapnya khawatir

Rose mengusap wajahnya kasar dan mendesah kasar

"Paman, ayo pergi"

~~~

Bp keluarin teaser bersamaan dengan kabar jisoo maen drama
Red velvet ot5
Gaga radio muncul bp

Dah lah aku udah pusing 7 keliling😭

❤💚💛💜💙🖤
Makasih 300 followers nya manteman i love you so much!!!!

Love In Melbourne✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang