"hi, miss me?"

2.8K 395 35
                                        

Happy reading, maaf typo

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Bagaimana hasilnya?"tanya seungHon saat telah menjalankan mobilnya meninggalkan perusahaan

Rose menghembuskan nafas pelan dan menggeleng, "tidak ada, di sana hanya ada surat warisan palsu"jawab rose

"Sungguh?"

Rose menoleh pada seungHon dan mengangguk, "hanya surat warisan palsu yang ia gunakan untuk mengusai harta eomma"timpal rose dan seungHon hanya terdiam karena heran

Kyungsoo orang yang sedikit ceroboh, seungHon pernah melihat surat warisan itu di masukkan kedalam brankas ruangan seungHon mustahil tidak ada

"Atau ia sudah memindahkannya, paman?" Pertanyaan rose membuat seungHon mengangguk setuju

Benar. Mungkin kyungsoo baru memindahkan surat warisan itu, karena saat seungHon melihat surat itu dimasukkan ke dalam brankas, baru seminggu yang lalu

"Kita mungkin akan kesulitan karena tuan orang yang cukup waspada, rose-ah"

Rose menghela nafas samar dan membasahi bibirnya beberapa kali

Dengan otak yang di paksa bekerja untuk mencari sebuah cara

"Paman?"

"Hn?"

"Apa kau memiliki teman seorang mata mata?"

~~~


"Jennie-ah?"

"Hm?"

"Ini berkas yang harus kau tanda tangani"

Jennie mendongak mengerutkan dahinya melihat sebuah map berwarna putih tersodor di depannya

"Berkas? Berkas apa?"

Miyeon berdecak lalu duduk di depan jennie, padahal dari tadi miyeon telah menjelaskan semua isi berkas kerja sama dengan seorang klien di ruang meeting

Tapi entah apa yang di lakukan jennie hingga tak mendengarkan apa yang ia jelaskan

"Kau ini kenapa? Kau masih belum dapat telepon dari kekasihmu"Tanya miyeon dan jennie mengangguk lesu

"Aku merindukannya"lirih jennie lalu menjatuhkan kepalanya di meja

Miyeon hanya menghela nafas samar dan menaruh berkas tersebut di meja

"Aku memang menyendiri selama 23 tahun ini"

Jennie menegakkan kepalanya menatap miyeon

"Aku serius sekarang! Tolong jangan mengejekku"sergah miyeon sebelum jennie mengeluarkan suara

Bibir jennie cemberut dan kali ini gadis itu benar benar diam,

"Kau tau apa yang terjadi saat kau terlalu merindukan kekasihmu itu?" Tanya miyeon dan jennie menggeleng tak tahu

"Kau menjadi sangat buruk!"

"Buruk?"

"Ya kau menjadi sangat buruk! Kau terlalu merindukannya hingga kau melupakan segalanya, kau mendadak menjadi malas, tidak fokus, dan hanya ingin diam memikirkan kekasihmu itu"

Jennie mengerjap, ia tak tahu jika sikapnya menjadi seperti itu. Ya karena semua berawal dari rose

Jennie tak bisa menahan rasa rindunya pada rose, apa lagi mereka baru saja berpacaran dan harus menjalani yang namanya hubungan jarak jauh

Love In Melbourne✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang