Don't Leave Me

2.9K 409 21
                                        

Happy reading, maaf typo

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Setelah tidur cukup lama, rose kembali terbangun dari tidurnya

Kembali meringis saat rasa sakit kembali mengunjungi kepalanya walaupun tidak sekuat sakit tadi

"Oh? Kau sudah bangun?" Rose menatap heejin yang duduk di sisi kanannya sedangkan ada jennie di sisi kiri tengah tertidur sembari menggenggam tangan rose

"Apa ada yang sakit?" Tanya heejin

"Kepalaku sedikit pusing"jawab rose serak karena tenggorakannya yang kering

"Kau ingin minum?" Tanya heejin dan rose mengangguk pelan

Heejin berdiri, mengambil segelas air putih dan membantu rose meminumnya

"Syukurlah kau sudah sadar tadi"ujar heejin membuat dahi rose mengerut

"Kau tidak sadar selama seharian, untungnya sore tadi kau sadar"ucap heejin karena sempat mendengar dari jennie tadi rose sempat sadar

Rose memijit pelan pelipisnya dan menghembuskan nafas kasar

"Dimana yang lain?"

"Sedang makan malam di kantin rumah sakit"

"Dan kau tidak ikut?"

"Aku sudah makan malam terlebih dahulu dari mereka"

Rose menganggukkan kepalanya paham dan beralih menatap jennie

"Bagaimana dengan jennie?"

"Jennie eonnie...ia tidak meninggalkanmu dari tadi"

Rose menghela nafas samar dan kembali menatap heejin

"Heejin"

"Ne?"

"Jika kau tidak keberatan bisa tinggalkan kami berdua saja" minta rose dan heejin menganggukkan kepalanya

Ia bangkit dan berjalan menuju pintu keluar

"Akh tapi sebelum itu,"

Langkah heejin terhenti ia berbalik menatap rose

"Tolong ambilkan selimut untuk jennie" minta rose kembali

Heejin menatap jennie sekilas lalu beralih menatap sofa panjang yang di atasnya ada sebuah selimut

Heejin berjalan ke arah sofa tersebut dan mengambil selimutnya

Membuka selimut itu dan memasangkannya pada jennie

"Gumawo" ucap rose dan heejin membalasnya dengan senyuman lalu gadis itu berlalu keluar dari ruang rawat rose

Suasana hening melanda, jennie masih tertidur nyenyak dan rose yang memandang kekasihnya itu dengan sebuah senyuman kecil

Rose menarik tangan kirinya perlahan dari genggaman jennie, dan mengusap kepala gadisnya itu dengan pelan dan lembut

"Giyowo" gumam rose melihat wajah jennie yang begitu lucu saat tidur

"Ngh~" Jennie menggeliat pelan dan menegakkan tubuhnya, merenggang tubuhnya yang pegal karena tidur dalam posisi duduk

"Eh!" Dengan kesadaran yang belum sepenuhnya terkumpul jennie terkejut melihat rose yang tersenyum padanya

"Selamat malam" sapa rose memperbaiki rambut jennie yang berantakan

"K-kau sudah bangun?" Tanya jennie kini merapikan rambutnya sendiri

Love In Melbourne✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang