Happy reading, maaf typo
.
.
.
.
.
.
.
🔴🔴🔴
.
.
.
.
.
.
.
"Dimana rose?"
Lisa dan jiso serempak mendongak menatap irene yang bertanya
"Sedang istirahat di kamarnya bersama jennie"jawab lisa
Irene mengangguk anggukkan kepalanya mengerti setelah mengetahui di mana rose
"Kalau seulgi dimana dia?" Tanya jisoo sekarang
Sebelum menjawab irene menarik kursi terlebih dahulu untuk ia duduk, "ia pergi ke restorannya. Lusa restoran itu akan di buka lagi"
"Hng? Sudah selesai perbaikannya?"
"Eoh, sudah!"
Mereka terdiam setelahnya. Hanya bertompang dagu pada tangan
"Urusan ini...benar benar panjang"ujar irene pelan membuat jisoo menoleh pada kakak rose itu
"Eonnie?"
"Hm?"
"Jika urusan ini panjang, kita bisa mempersingkatnya"
Irene menoleh dengan dahi yang mengerut. Tak paham apa yang di maksud oleh jisoo begitupun lisa
"Jisoo, ini bukan sebuah cerita yang harus kau singkat singkat dengan mudah"sahut lisa dan jisoo menanggapi dengan berdecak kesal
"Kita bisa! Jika kita tak berusaha kita tidak akan tau hasilnya?"
"Bagaimana kau berfikir kita bisa?" Tanya irene dan jisoo tersenyum yang tidak bisa di mengerti oleh lisa dan irene
"Aku memiliki sebuah rencana yang cukup bagus"
~~~
"Jennie?"
"Hm?"
"Ugh! Bisa tolong ambilkan obatku?"
Mata jennie perlahan terbuka menatap rose yang telah bercucuran keringat dingin
Sontak saja jennie terduduk dan mengambil obat rose yang terletak di laci nakas
Membantu kekasihnya meminum obat dengan segelas air putih yang kandas di minum oleh rose
"Apa dari tadi kau menahannya?" Tanya jennie mengusap lembut keringat di pelipis rose
Rose hanya diam sembari mengatur nafasnya yang sesak akibat tertahan gara gara kepalanya yang sakit tadi
"Jika begini, lebih baik kau tidak usah keluar dulu dari rumah sakit"
Rose menatap jennie sekilas lalu tertawa ringan, "aku baik baik saja. Rumah sakit membosankan, aku tak menyukainya" ujar rose membuat jennie menghela nafas
Kembali membaringkan dirinya di samping rose dengan keadaan miring menghadap rose yang juga menghadapnya
"Bagaimana kabar tentang surat itu? Ketemu?"
Jennie terkekeh dan lantas menggelengkan kepalanya, "rosie tidak ada orang yang bisa secepat itu menemukannya"
"Ada jika dia sangat cerdas dan pintar"
"Kau pintar?"
"Tentu, roseanne sangat pintar"
"Kau cerdas"
"Tentu"
"Kau bodoh"
"Tentu—hey!"
Tawa senang timbul di mulut jennie setelah mengerjai rose
Rose hanya mendengus dengan sebal dan melirik jennie
Tanpa sadar ia tersenyum melihat betapa bahagianya jennie
"Kau cantik"
Tawa jennie perlahan mereda, kini menatap rose dengan pipinya yang memerah
"Ya! Jangan coba coba balas—"
"Aku serius, kau cantik"
Jennie mengerjap lalu memalingkan wajahnya
Jennie menyukainya! Jennie menyukai setiap pujian yang rose berikan
"Jennie"
"A-apa?"
"Tatap aku"
Jennie terdiam dan tidak menurut untuk menatap rose
"Jennie, look at me"
Mendengar logat aussie milik rose, jennie dengan cepat menoleh
Chu~
Mata jennie membulat, baru saja ia menoleh tiba tiba saja bibir rose mendarat ke bibirnya
"Ro-mmph"
Rose menarik jennie agar berada di atasnya, tak memberikan gadis itu kesempatan untuk berbicara
Jennie yang telah di tarik tidak bisa menolak, ia membalas ciuman rose dengan saling melumat lembut
Chup!
Ciuman itu terlepas, nafas mereka memburu karena kekurangan oksigen
"kenapa kau menciumku!?" Tanya jennie dengan perasaan yang campur aduk
Setengah kesal karena rose meciumnya tanpa aba aba dan setengah senang karena ya kau tau? Tentu karena di ciuman oleh roseanne
"Kau bilang ingin menciumku sepanjang malam?" Tanya rose balik dengan senyum jahilnya
"Jadi kau menantang?"
"Mm tidak"
"Lalu?"
"Menagih? Aku tidak menyukai ciumanmu"
"Really, roseanne?"
Jennie tertawa dengan sedikit hambar dan mendekat pada wajah rose
"Akan aku buat kau candu dengan bibir manisku ini" bisik jennie dengan smirk andalanya
Sedangkan rose menelan salivanya dengan pelan, ya roseanne kau salah telah menantang seorang kim jennie.
~~~~
Udah di kasih tanda merah, harusnya udah ngerti dong sebelum baca🤣
KAMU SEDANG MEMBACA
Love In Melbourne✔
Fan-FictionGXG • CHAENNIE #COMPLETED# 📍 Biyuyaa__ presents : Love In Melbourne • Bermula di negara Melbourne, Australia. jennie sedang liburan bersama jisoo ke negara itu, tanpa sengaja jennie bertemu seorang gadis dengan sepeda gunung berwarna putih yang ter...
