Time to talk

2.9K 443 76
                                        

Happy reading, maaf typo

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Selamat malam, rose"

Rose tersenyum tipis pada seulgi dan mengangguk

Mereka mengambil jalan yang terpisah. Rose yang pulang ke rumah dan seulgi yang menuju restorannya karena gadis jangkung itu untuk beberapa hari ini akan menginap di sana

"Irene melakukan apapun untuk mendapatkan dan mengembalikan apa yang di miliki olehmu, rose. Dia rela berkorban banyak, jadi tolong jangan membenci kakakmu itu ya"

Rose menghela nafas kasar. Ia tak akan bisa membenci irene, sekalipun irene terus menyaktinya. Ia tak akan membenci irene

"Harusnya dia tak melakukan hal berbahaya seperti ini"gumam rose lirih

Ayahnya benar benar keteraluan. Mengambil? Lebih tepatnya mencuri surat warisan milik mendiang ibunya yang jelas jelas itu miliknya sekarang

"Ya! Roseanne!"

Rose tersentak dan berbalik melihat lisa yang baru saja keluar dari mobil

Begitu larutnya rose dalam lamunannya hingga tak mendengar suara mobil milik lisa yang telah masuk ke dalam garasi

"Kau dari mana saja?" tanya lisa

"Aku...aku hanya jalan jalan saja" jawab rose tersenyum tipis

Lisa mengangguk anggukan kepalanya dengan senyum lalu merangkul rose

"Kajja, kita masuk"

"Changkhaman lisaya"

Lisa menoleh menatap rose yang ingin berbicara tapi tampak sangat ragu

"Aa~ kau ingin bertanya tentang jennie?"

Rose mengerjap tapi beberapa detik kemudian ia mengangguk pelan

Lisa terkekeh kecil lalu menarik tangan rose agar memasuki rumah terlebih dahulu

"Saat kau menolak ajakannya, dia sangat sedih. Bahkan kalau tak di paksa jiso, ia tidak akan mau ikut"jawab lisa dan menatap rose yang tengah sibuk membuka sneakers putihnya

"Kau sudah memikirkannya?"

Rose mendongak dengan raut wajah polos, "apa?"

Lisa berdecak pelan saat ketidak pekaan seorang roseanne tengah kambuh

"Tentang jennie! Kau sudah memikirkannya tidak?"

"Aa~ yang itu ya"

Rose menghela nafas samar lalu menaikkan kedua bahunya acuh, "aku akan ke kamar dulu. Selamat malam, lisa"

Lisa menatap bingung rose yang terlihat santai memasuki kamarnya

Apa yang di maksud sifatnya ini?

Apa rose berniat ingin menolak jennie lagi?

Jika benar, hancur sudah hati jennie

~~~

Pagi ini mungkin adalah pagi terakhir jennie dan jiso berada di melbourne. Karena malam hari nanti mereka telah berada di korea

"Ayo jennie"

Jennie menoleh ke arah jiso dan mengangguk, mendorong koper miliknya lalu memasukkan ke dalam bagasi mobil milik heejin

Love In Melbourne✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang